SURIAN, METRO–Kompol H Syafrizem SH, Datuk Rang Batuah, Kabagrn Polres Solok Selatan, atas izin Kapolres Solok Selatan AKBP Arif Mukti Surya Abadi ShabaraSH, SIK, M,Si berikan khutbah Hari Raya Idul Adha 1444 H di Mushalla Nurul Hidayah, Surian, Pantai Cermin, Solok Selatan pada Rabu (28/6).
Dalam khutbah itu Syafrizen mengutip dalam Al-Qur’an Surat As-Shaffat ayat 102 menjelaskan bahwa Hari Raya Idul Adha tidak akan bisa terlepaskan dari sebuah kisah ribuan tahun lalu, saat Nabi Ibrahim as diberi cobaan yang sangat berat. Di usianya yang menginjak 86 tahun, ia begitu senang karena dikaruniai seorang anak yang sangat saleh sebagaimana yang ia panjatkan dalam doanya, “rabbi hab lii minasshalihin”, duhai Tuhanku, karuniakanlah bagiku keturunan yang saleh.
Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorban lah. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”
“Ayat ini menjadi renungan bagi kita, betapa banyak nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita sampai dipastikan tidak akan bisa kita menghitungnya satu persatu. Kenikmatan ini harus kita syukuri dalam wujud menggunakannya untuk ibadah, mendekatkan diri kepada Allah. Pendekatan diri kepada Allah bisa dilakukan dengan mengerjakan shalat dan menyembelih hewan kurban sebagaimana ditegaskan dalam ayat kedua surat ini,” kata Syafrizen.
Selain sebagai ibadah yang memiliki dimensi vertikal yakni mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga memiliki dimensi horizontal atau sosial yakni berbagi rezeki dengan orang lain. Jika dalam Hari Raya Idul Fitri, kita membahagiakan orang lain dengan zakat, maka saatnya di Idul Adha ini kita gembirakan hati orang lain dengan ibadah kurban.
”Semoga kita memiliki kepekaan sosial untuk saling berbagi dan mampu memberikan manfaat banyak bagi orang di sekitar kita, karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bisa memberi manfaat bagi orang lain. Amin,” sebutnya.
“Nah, pada hari ini, kita juga diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban. Jamaah yang berbahagia, Hari Raya Idul Adha tidak akan bisa terlepaskan dari sebuah kisah ribuan tahun lalu, saat Nabi Ibrahim as diberi cobaan yang sangat berat. Di usianya yang menginjak 86 tahun, ia begitu senang karena dikaruniai seorang anak yang sangat saleh sebagaimana yang ia panjatkan dalam doanya, “rabbi hab lii minasshalihin”, duhai Tuhanku, karuniakanlah bagiku keturunan yang saleh,” kata Syafrizen. (ped)






