AGAM/BUKITTINGGI

Tidak Pakai Kupon, Warga Sitingkai Palupuah Bagikan Daging Kurban Lewat Tradisi Manampuang

0
×

Tidak Pakai Kupon, Warga Sitingkai Palupuah Bagikan Daging Kurban Lewat Tradisi Manampuang

Sebarkan artikel ini
TRADISI MANAMPUANG— Unik, warga Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam memiliki tradisi unik saat pembagian daging hewan kurban kepada masyarakat. Mereka membagi daging tidak lewat kupon, namun melalui Tradisi Manampuang, Kamis (29/6).

AGAM, METRO–Warga Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam memiliki tradisi yang  unik soal pembagian daging hewan kurban kepada masyarakat. Mereka membagi daging tidak lewat kupon, namun melalui Tradisi Manampuang.

Tradisi kuno ini diwa­riskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tak diketahui kapan per­tama­kali sistem ini dilakukan.

Manampuang yang da­lam Bahasa Indonesia berarti Menampung, dilakukan dengan cara membagikan daging kurban ke kantong plastik yang telah disediakan tiap warga.

Keunikannya, yang men­dapat daging kurban bukan per- KK, namun dihitung jumlah jiwa dalam satu rumah. Misal, di satu rumah ada 5 penghuni, maka yang berhak mene­rima daging adalah 5 jiwa pula.

Kegiatan unik ini diawali dengan gotong royong menyembelih hewan kurban, pada Kamis (29/6). Setelah hewan kurban dipotong dan akan dibagikan, maka warga berbaris rapi di kanan-kiri jalan menanti jatah daging. Panjang an­trean mencapai ratusan meter.

Barisan ratusan warga menanti daging kurban, tampak begitu apik dan sedap dipandang.

Sejumlah pria yang ber­tindak sebagai panitia, mengambil daging itu dan membawanya menggu­nakan gerobak sambil me­ngisi daging ke kantong plastik warga.

“Kita tetap pertahankan tradisi ini, sebab inilah cara pembagian daging kurban yang paling adil dan merata,” ungkap salah satu panitia, Heru Nofriandi.

Dia mengatakan, tetap akan mempertahankan tradisi ini karena berpotensi menjadi ikon wisata religi. Penyembelihan hewan kur­ban berjumlah seba­nyak 5 ekor sapi dengan jumlah penerima mencapai ratusan. (pry)