AGAM/BUKITTINGGI

Erman Safar Ungkap Alasan Umumkan Kasus Inses ke Publik

0
×

Erman Safar Ungkap Alasan Umumkan Kasus Inses ke Publik

Sebarkan artikel ini
MENGATAKAN—Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan pengungkapan kasus inses atau hubungan sedarah antara ibu dan anak laki-laki kandungnya bertujuan untuk menjadi kewaspadaan sosial di tingkat masyarakat.

BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan pengungkapan kasus inses atau hubungan sedarah antara ibu dan anak laki-laki kandungnya bertujuan untuk menjadi kewas­pa­daan sosial di tingkat ma­syarakat.

“Awalnya, saya mendapatkan informasi dari lembaga resmi yang mempe­roleh izin dari Kemensos, bahwa ada warga Kota Bukittinggi sedang direhabilitasi. Lalu saya berkunjung ke sana, dalam kunjungan itu sebelumnya sudah di­sampaikan oleh pengelola, diduga ada perbuatan sa­lah satu anak di dalamnya itu melakukan hubungan dengan ibunya,” kata Erman Safar, Rabu (28/6).

Ia mengaku kaget de­ngan keterangan itu dan langsung menanyakan ke anak yang diketahui beri­nisial MA (28).

“Lalu saya tanya langsung kepada anak itu. Si anak menyampaikan hal yang sama, dan itu me­ngagetkan saya. Harusnya perbuatan itu tidak terjadi di tengah masyarakat ka­mi. Itu sekitar tiga bulan lalu,” kata Erman Syafar.

Baca Juga  Pemkab Agam Gelar “Green Ramadhan”

Ia menjelaskan beberapa hari yang lalu, Pemko Bukittinggi mengadakan kegiatan sosialisasi di a­cara terbatas dengan undangan hanya untuk tujuh orang per kelurahan.

“Lalu juga dilaksanakan di tempat tertutup, di sana saya sampaikan informasi penyimpangan seksual ka­rena temanya itu adalah waspada pernikahan di bawah usia. Saya sampaikan keadaan dengan bentuk informasi yang sudah kami olah lebih general dengan tidak menyebut nama bahwa di Bukittinggi ini kami mendapatkan informasi ada anak yang berhubungan dengan o­rang tuanya,” katanya.

Menurutnya, ia juga memaparkan berbagai kasus penyakit masyarakat seperti LGBT, korban pe­lecehan seksual anak dan bahaya narkoba.

Baca Juga  Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Seluruh Objek Wisata di Bukittinggi Ditutup

“Saya sampaikan semua, lalu kemudian itu viral. Itu di luar sepengetahuan kami dan kami tidak pernah meminta wartawan dari awal kita mendapati perbuatan penyimpangan ini untuk tidak diberitakan,” kata Erman.

Ia mengaku penyampaian keadaan sosial yang mengkhawatirkan bertujuan untuk menjadi kewaspadaan sosial di tingkat masyarakat.

“Jadi kami mengajak partisipasi dari rakyat untuk bersama menanggulangi beberapa keadaan menyimpang di Bukittinggi “ ujarnya.

Ia menegaskan pihak­nya juga telah menghubu­ngi kepolisian untuk menindaklanjuti sesuai hukum berlaku. “Sampai sekarang kasus ini sedang dalam penyelidikan belum ada keterangan dari Polresta menyatakan bahwa ini hoaks dan ini bohong,” sebutnya. (pry)