METRO SUMBAR

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kota Padang Panjang 2022, Pendapatan Daerah Rp551,11 M dan Capaian 97 Persen

0
×

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kota Padang Panjang 2022, Pendapatan Daerah Rp551,11 M dan Capaian 97 Persen

Sebarkan artikel ini
USAI—Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano usai menyampaikan Nota Penjelasan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022,

PDG. PANJANG, METRO–Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menyampaikan Nota Penjelasan Terhadap Rancangan Peraturan Da­erah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022, Senin (26/6).  Ranperda tersebut disampaikannya pada Rapat Pa­ripurna DPRD yang dipim­pin Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md. Turut hadir Wakil Wali Kota, Drs. Asrul, unsur Forkopimda, jajaran pejabat Pemko dan undangan lainnya.

Disampaikan Wako Fadly, pada tahun anggaran 2022 Pendapatan Daerah dianggarkan sebesar Rp551.112.035.302. Realisasinya sebesar Rp538.­392.534.006,03 atau 97,69 persen. Adapun realisasi masing-masing komponen penerimaan daerah yaitu Pendapatan Asli Daerah yang dianggarkan sebesar Rp85.290.001.002, direalisasikan sebesar Rp85.­711.232.972,03 atau 100,49 persen.

Kemudian, Pendapatan Transfer yang dianggarkan sebesar Rp462.812.034.300 dengan realisasi sebesar Rp450.760.096.758 atau 97,40 persen. Lalu, Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dianggarkan sebesar Rp3.010.000.000, direalisasikan sebesar Rp1.921.­204.­276 atau 63,83 persen. Seterusnya, Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp616.638.674.470. Realisasi sebesar Rp545.209.­090.­060,57 atau 88,42 persen.  Realisasi belanja terdiri dari Belanja Operasi dianggarkan sebesar Rp538.946.­090.524 dengan realisasi sebesar Rp500.946.­024.­159,19 atau 92,95 persen.

Baca Juga  Pangan Murah Ramai Dikunjungi, Warga Senang dapat Sembako Harga Terjangkau

Kedua, Belanja Modal dianggarkan sebesar Rp76.­­135.271.572 dengan realisasi sebesar Rp44.­125.­315.551,38 atau 57,96 persen. Serta, Belanja Ti­dak Terduga dianggarkan sebesar Rp1.557.312.374 dengan realisasi sebesar Rp137.750.350,00 atau 8,85 persen.

Adapun Penerimaan Pembiayaan Tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp65.­526.639.168,47. Ini berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya (2021), dengan realisasi sebesar Rp65.­526.­639.­168,47 atau 100,00 persen. “Pengeluaran Pem­biayaan Daerah tidak dianggarkan pada 2022,” katanya.

Sedangkan, Pembiaya­an Netto berupa selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan, dianggarkan sebesar Rp65.­526.­639.168,47. Realisasi sebesar Rp65.526.639.168,47 atau 100 persen. Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022 ini, ujar Fadly, dapat dibahas bersama pada si­dang-sidang DPRD. “Sehingga ranperda ini dapat disetujui dan ditetapkan menjadi perda sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Baca Juga  Pengerjaan RTH Padang Aro Dikebut

Sebelumnya, Fadly ju­ga turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan Laporan Ke­uangan Daerah (LKPD) Padang Panjang 2022, termasuk kepada pimpinan dan anggota DPRD. Berkat kerja sama semua pihak, sebutnya, Padang Panjang dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Penge­cualian (WTP). “Dengan pencapaian ini berarti Pa­dang Panjang telah memperoleh opini WTP tujuh kali berturut-turut sejak 2016-2022,” tuturnya. (rmd)