BERITA UTAMA

Sukseskan Pemilu 2024, Ponpes Darut Thalib Siap Menangkal Hoaks dan Tolak Politik Identitas

0
×

Sukseskan Pemilu 2024, Ponpes Darut Thalib Siap Menangkal Hoaks dan Tolak Politik Identitas

Sebarkan artikel ini
SAMBANGI PONPES— Jajaran Ditintelkam Polda Sumbar menyambangi Pondok Pesantren Darut Thalib, Kota Solok.

SOLOK, METRO–Polda Sumbar melalui Direktorat Intelijen dan Kemanan (Ditintelkam) bersilaturahmi dengan para santi dan tenaga pendidik di Pondok Pesantren Darut Thalib yang terletak di Kelurahan Laiang, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Silaturahmi itu merupakan salah satu upaya untuk membangun sinergisitas antara Kepolisian, khususnya Polda Sumbar untuk menciptakan situasi Kamtibmas tetap kondusif untuk menyukseskan Pemilu 2024.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan menyambangi dan bersilaturahmi kepada pimpinan Pondok Pesantren beserta para ustad dan para santri. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kemitraan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif jelang Pemilu 2024,” ungkap salah seorang perwakilan dari Polda Sumbar.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darut Thalib, Boby Gustiadi Thalib Bu’ulolo mengaku senang dengan kehadiran tim dari Polda Sumbar untuk mengedukasi para santri dan tenaga pendidik terkait politik identitas dan menangkal berita hoaks.

“Kami menghimbau ma­sya­rakat agar menjalani ta­hun politik ini dengan damai tanpa ada saling hujat, ujaran kebencian, politik identitas, black campaign dan juga berita hoaks,” katanya melalui pesan WhatsApp Jumat (23/6).

Selain itu, kata Ustaz Boby, untuk menciptakan pemilu berjalan dengan aman, damai dan lancar, pihaknya selalu mengajarkan para santri untuk bersikap tawasuth, yakni sikap moderat tidak ekstrem dan tegak lurus tanpa berpihak ke kanan atau kiri.

“Sikap ini mengutamakan toleransi, saling menghargai pendapat. Selain itu, kami juga mengarahkan para san­tri agar menjadi duta rahmat dengan menyebar kasih sayang dan kebaikan. Bukan men­jadi duta laknat, yang suka laknat orang sana-sini,” ka­tanya.

Di tengah banyaknya berbagai macam aliran ke­ras, radikal, yang tidak mengutamakan persatuan, ditegaskan Ustaz Boby, maka moderasi beragama merupakan jawaban dari itu semua.

“Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan bernegara,” katanya.

Dikataknnya, era teknologi informasi yang menghadirkan segala kecepatan banyak sekali bertebaran informasi di tengah-tengah ma­sya­rakat, baik itu benar ataupun salah.

“Maka sebagian daripada umat hari ini banyak yang gampang terpancing emosinya saja teradu domba dengan berita palsu atau bohong (hoaks), sehingga terjadi perpecahan di tengah masya­ra­kat,”tuturnya. (rgr)