PADANG, METRO–Sistem Monitoring (SIMON) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan yang merupakan program baru dari pemerintah untuk lebih menigkatkan disiplin dan etos kerja, sangat didukung oleh pengurus dan anggota Koperasi Bongkar Muat Pelabuhan Telukbayur. Meski saat ini untuk kawasan Pelabuhan Telukbayur dan pelabuhyan lainnya masih menunggu penjabaran dari pemerintah. Namun program ini sesuai dengan program pengurus Koperbam Telukbayur, khususnya tentang alat pelindung diri (APD) dan disiplin kerja.
“SIMON merupakan salah satu platform dalam Program Stranas PK (Strategis Nasional Pencegahan Korupsi) untuk mendorong percepatan implementasi Inpres No.5 Tahun 2020 Tentang Penataan Nasional Logistik Ekosistem, sekaligus merupakan salah satu transformasi operasional pelabuhan di Indonesia,” ujar Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, didampingi Sekretaris Nursal Uce, M, SH, Bendahara Muhardi, Ketua BP Riswan, dan dua anggotanya Abu Zamar dan Mardis, saat rapat KRK di aula Koperbam, Kamis (22/6)
Diharapkan dengan penerapan SIMON TKBM ini, tentunya akan mempermudah dalam pemutahiran data TKBM, menggunakan data yang tersentalisasi untuk memonitor keluar masuk TKBM di area lini I dan Single Indetity (Single ID) berupa RFID Card sebagai media akses untuk masuk area pelabuhan.
Diharapkan dengan penerapan SIMON TKBM ini akan meningkatkan keamanan terminal dalam kegiatan bongkar muat, memastikan kegiatan operasional berjalan baik serta performasi target validasi orang yang melakukan kegiatan bongkar muat di area pelabuhan. “Tentunya hal ini merupakan pembenahan tata kelola pelabuhan dalam upaya untuk memberikan dampak terhadap efektifitas waktu dan efisiensi biaya di kawasan pelabuhan yang mencerminkan transparansi, kolaborasi, berdaya saing dengan penataan sistem informasi yang terintegrasi melalui implementasi program SIMON TKBM,” tegas Chandra yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Inkop Priode 2023-2028 pekan lalu itu.
Pada prinsipnya, kata Chandra, Koperbam terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan jasa, tanggungjawab, disiplin kepada pemilik barang yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap pelayanan kepelabuhanan yang handal. Agar program pemerintah SIMON TKBM itu selaras dampak di lapangan. Saya tak bosan bosannya dan mengingatkan kepada ang-gota untuk tetap me-ngedepankan keselamatan dalam beraktifitas. Setiap rapat rutin dan brifing pagi, kepada Kepala Regu Kerja (KRK) pengurus meningatkan agar lalukan cek anggota di lapangan, surat pe-rintah kerja (SPK), lokasi kerja dan jadwal kerja.
Menerapkan kewajiban penggunaan Alat Pelin-dung Diri (APD) dan safety lainya bagi anggota pelabuhan saat bekerja, selalu diingatkan. Dan perlu diingat, yang mendapatkan APD ini seluruh angggota Koperbam. Mereka berhak mendapatkannya. “Ini penting untuk menekan terjadinya kecelakaan kerja,” ujar Chandra.
Dikatakan Chandra, penggunaan Alat Pengkap Diri (APD) helm, rompi dan sepatu bot merupakan salah satu cara untuk mencegah atau menekan kecelakaan yang terjadi di lingkungan kerja. “Kami tidak pernah bosan me-ngimbau kepada anggota Koperbam untuk selalu memelihara budaya keselamatan, hidup sehat, se-perti menjaga keselamatan mereka dalam bekerja.
Dijelaskannya, semua anggota di Pelabuhan bongkar muat Telukbayur mentaati peraturan menggunakan APD dengan baik. Peraturan menggu-na-kan APD ini sudah dianggap penting dan bersifat wajib. Tujuannya untuk mengantisipasi risiko saat bekerja, berikut menjaga keselamatan pekerja maupun orang lain di sekelilingnya. “Saya mengapresiasi anggota Koperbam Telukbayur sadar dan mau meng-gunakan APD dan safety lainnya. Seperti helm, sepatu bot dan rompi pada saat bekerja, termasuk identitas lainnya demi lancarnya proses bongkar muat,” lanjutnya.
Untuk KRK yang berjumlah 52 orang dengan masing masing regu memiliki anggota 12 hingga 11 orang juga diharapkan bisa mendidik anggotanya di lapangan dalam hal tentang keselamatan kerja. KRK di lapangan merupakan ujung tombak pe-ngurus di lapangan. Baik buruknya terjadi di lapa-ngan, berimbas kepada organisasi. Selain itu ketelitian bekerja dan keselamatan barang saat dibong-kar juga jadi acuan bagi Koperbam. “Kita pelayan jasa dan berikanlah pela-yanan sebaik baiknya,” sebut Chandra.
Sebagai pelayanan ja-sa, pengurus yang meng-gelar rapat rutin hampir tiap minggu itu juga mengingatkan kepada anggota dan khususnya KRK, merupakan ujung tombak di lapangan, menjaga keselamatan barang. Selain menjaga keselamatan diri, keselamatan barang juga jadi prioritas utama. “Melindungi para pekerja melalui upaya pe-ngendalian yang memenuhi standar akan menimbulkan kondisi kerja yang a-man dan nyaman dan akan berdampak pada pening-katan produktifitas organisasi. Kesadaran akan pen-tingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja perlu untuk diwujudkan untuk mencegah adanya kecelakaan kerja. Ini akan kita uber secepatnya, “Nah semuanya ini alah seleras nantnya dengan SIMON TKBM, “ tandas Chandra. (ped)






