PADANG, METRO–Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan bermotor kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini, satu mobil minibus tertabrak lokomotif kereta api hingga terjun ke Sungai Banda Bakali, Jalan Banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Rabu (21/6) sekitar pukul 20.00 WIB.
Pascakejadian, warga setempat bermai-ramai datang ke lokasi untuk mengeluarkan sopir dan penumpang dari dalam mobil yang kondisinya terbalik dan rusak parah. Sopir dan penumpang mobil dikabarkan mengalami luka-luka akibat insiden itu.
Setelah berhasil dikeluarkan dari mobil, korban bernama Syahrul (32) dan Intan (21) dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Informasinya, satu korban dibawa ke RSUP M Djamil Padang dan satu korban lagi dibawa ke RS Bhayangkara.
Tak lama berselang, petugas dari Polsek Padang Utara dan Polresta Padang juga datang ke lokasi. Hingga berita ini diturunkan, mobil masih berada di dalam aliran sungai Banda Bakali. Masyarakat sangat ramai menyaksikan di pinggir Banda Bakali.
Salah seorang warga yang melihat detik-detik evakuasi korban, Andi mengaku melihat ada dua orang yang dievakuasi dari mobil tersebut. Jenis kelaminnya perempuan dan laki-laki yang mana saat dievakuasi terlihat mengalami luka-luka.
“Saya lihat korban yang perempuan ketika dievakuasi kondinya tidak sadarkan diri. Sedangkan korban yang laki-laki masih sadarkan diri. Kondisi keduanya mengalami luka-luka,” ungkap Andi kepada wartawan.
Andi menuturkan, informasi yang didapatkannya, warga membawa kedua korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, karena itu yang paling dekat dari lokasi kecelakaan.
“Mobil ini tertabrak lokomotif yang tidak membawa gerbong atau kepalanya dan mesinnya saja. Waktu itu mobil melewati perlintasan kereta api lalu tertabrak dan terpental masuk ke dalam Banda Bakali,” ujar Andi.
Sementara, Kapolsek Padang Utara, AKP Mazwanda, mengatakan bahwa telah terjadi kecelakaan antara kereta api dan satu unit mobil. Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus pendataan.
“Untuk kejadian laka kereta dan satu unit mobil, memang benar masuk ke wilayah hukum Polsek Padang Utara. Ada dua orang di dalam mobil dan saat ini telah dilarikan ke rumah sakit. Korban yang perempuan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang,” kata AKP Mazwanda.
Menurut AKP Mazwanda, korban perempuan mengalami luka cukup serius dan kondisinya kritis. Sedangkan korban laki-laki mengalami luka bagian leher dan kepala. Keduanya masih mendapatkan perawatan intensif oleh dokter di rumah sakit.
“Kami masih berusaha untuk mengevakuasi mobil Toyota Avanza dari dalam Banda Bakali. Proses evakuasi mobil dibantu juga oleh pihak Damkar Kota Padang dan Satlantas Polresta Padang,” pungkasnya.
Dikatakan AKP Mazwanda, berdasarkan keterangan dari korban laki-laki, kronologinya, ia mengendarai satu unit mobil Avanza BA 1191 HE bersama teman Perempuannya melaju dari Jalan Taman Siswa menuju Jalan Banjir Kanal.
“Setiba di pelintasan rel kereta api Km 51A Banjir Kanal korban tidak mendengar ada lokomotif yang datang dari Stasiun Alai Parak Kopi menuju Stasiun Simpang Haru dan korban tidak mendengar klakson dari Lokomotif tersebut sehingga mobil korban ditabrak dan masuk ke dalam sungai,” tutupnya. (cr2)






