JAKARTA, METRO–Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu, Rahmat Bagja, tidak mempermasalahkan cawe-cawe Presiden Joko Widodo dalam pemilu 2024. Bagja mengatakan cawe-cawe sulit dipisahkan dari presiden.
Ia mengatakan Bawaslu tidak mempermasalahkan apabila Jokowi datang ke acara partai.
”Kalau buat cawe-cawe saya kira semua itu akan kalau punya preferensi siapa yang akan melanjutkan program kerjanya kan,” kata Bagja kepada wartawan di gedung Bawaslu, Rabu (21/6).
Menurut Bagja, tidak ada hukum yang mengatur cawe-cawe selama tidak menggunakan fasilitas negara. Namun ia menuturkan tentu ada konsekuensi etik terkait hal tersebut, dan yang menilai etik adalah masyarakat.
Cawe-cawe Jokowi juga menurutnya demi melanjutkan program kerjanya kan visi misinya, terhadap sosok penggantinya nanti.
“Bawaslu pada titik ini tidak karena beliau kepala negara, juga anggota parpol. Boleh-boleh saja, tinggal tempatnya di mana dan bagaimana,” kata Bagja.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan kembali cawe-cawe yang dilakukannya pada Pilpres 2024 . Menurutnya, cawe-cawe itu merupakan kewajiban moral dan tanggung jawab dirinya sebagai presiden dalam masa transisi kepemimpinan nasional.
Hal itu ditegaskan kembali Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6).
“Cawe-cawe itu kan sudah saya sampaikan bahwa menjadi kewajiban moral, menjadi tanggung jawab moral saya sebagai presiden dalam masa transisi kepemimpinan nasional di 2024,” kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan secara daring, Selasa (6/6).
Jokowi mengatakan dirinya harus menjaga agar transisi kepemimpinan nasional pada Pilpres 2024 nanti bisa berjalan dengan baik tanpa adanya riak-riak yang membahayakan.
“Ya harus menjaga agar transisi kepemimpinan nasional pemilu serentak, pilpres itu bisa berjalan dengan baik tanpa ada riak-riak yang membahayakan negara dan bangsa,” kata Jokowi. (jpg)






