SIJUNJUNG, METRO–Peristiwa gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Sijunjung. Kali ini, seorang pemuda di Jorong Padang Laweh, Nagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang ditemukan tergantung tak bernyawa di dalam rumahnya.
Sontak saja kejadian itu membuat warga setempat heboh. Korban yang diketahui berinisial AC (20) itu pertama kali ditemukan oleh orang tuanya dengan kondisi leher tergantung dengan seutas tali yang diikatkan ke kayu kosen pintu rumah.
Kapolsek Tanjung Gadang AKP Sardiman melalui Staf Humas Polres Sijunjung, Bripka Yudi Satria membenarkan peristiwa itu. Dikatakannya, Polisi langsung turun ke lokasi kejadian atau TKP setelah mendapatkan laporan dari pemerintah nagari setempat, pada Senin (19/6).
“Korban pertama kali ditemukan oleh orang tuanya yang baru pulang usai mencari ikan di sungai. Setiba di rumah, orang tua sudah mendapati anaknya tergantung dan tidak lagi bernyawa,” tuturnya, Selasa (20/6).
Melihat kejadian itu, dikatakan Bripka Yudi, orang tua korban langsung histeris dan meminta tolong kepada warga setempat. “Korban tergantung menggunakan tali plastik, namun keadaan kaki korban masih menyentuh lantai,” terangnya.
Dijelaskannya, informasi dari petugas medis setempat, korban mengalami gangguan jiwa selama empat tahun terakhir, sehingga rutin mengkonsumsi obat penenang.
“Hasil pemeriksaan terhadap kondisi tubuh korban bahwa, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau keganjilan pada tubuh korban,” katanya.
Meski demikian, Bripka Yudi menuturkan, petugas yang melakukan olah TKP di lokasi sudah menyampaikan kepada pihak keluarga korban apabila curiga atas kematian tersebut sebaiknya dilakukan visum atau autopsi.
“Namun keluarga tidak berkenan dan menerima kematian korban akibat gantung diri. Hal itu dinyatakan dengan membuat surat pernyataan oleh pihak keluarga bahwasanya tidak akan menuntut jika terjadi hal-hal di kemudian hari,” tambahnya.
Dengan adanya kejadian ini menambah jumlah rentetan kasus gantung diri yang sejak beberapa tahun terkahir terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Sijunjung. Kasus tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada.
Bahkan dari beberapa kasus yang terjadi, korban gantung diri yang terjadi di Kabupaten Sijunjung disebabkan adanya gangguan kejiwaan yang dialami para korban. (ndo)






