JAKARTA, METRO–Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Andre Rosiade kian sering tampil di televisi nasional, apalagi membahas soal Pemilu Presiden (Pilpres). Selasa (20/6), anggota DPR RI asal Sumbar itu diundang ke studio TV One membahas makin gencarnya pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan calon Presiden terkuat hari ini, Prabowo Subianto.
Pada acara Apa Kabar Indonesia (AKI) Pagi, Andre diminta hadir membahas tema “Jokowi Bangun Panggung untuk Prabowo” bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Nusyirwan Soejono. TVOne membahas suasana Prabowo diundang makan siang oleh Jokowi, Minggu (18/6) di Istana Bogor dan nonton bareng Timnas Indonesia melawan Timnas Argentina, Senin (19/6). Makan siang itu disebut-sebut atas inisiatif Jokowi.
Andre Rosiade yang juga ketua DPD Partai Gerindra Sumbar menyebutkan, Jokowi dan Prabowo makan siang siang karena kebetulan Prabowo sedang berada di Bogor, Jawa Barat. “Yang dibahas pasti soal pekerjaan. Apakah bahas politik, yang tahu mereka berdua. Pak Prabowo memang sudah sampaikan sangat berkesan pertemuannya dengan pak Jokowi,” kata Andre Rosiade pada acara yang dipandu presenter Arief Fadil dan Kamaratih Kusuma.
Andre juga menyebutkan, pertemuan itu tidak akan membuat hubungan Jokowi dengan pihak lain memburuk. “Kita tahu, pak Prabowo dan bu Mega hubungan baik. Begitu juga bu Mega dan pak Jokowi. Kalau pak Prabowo dan pak Jokowi, hubungannya antara Presiden dan Menteri. Kita tahu mereka juga bersahabat baik yang terjalin selama ini. Wajar-wajar saja,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Andre menuyebutkan, termasuk kebersamaan saat nonton bareng sepakbola Senin malam. Prabowo dan Jokowi terlihat menonton di Podium VVIP Timur bersama Ketua Umum PSSI yang juga Menteri BUMN Erick Thohir, Menpora Dito dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Sementara sebagian Menteri lain berada di VVIP Barat, termasuk Andre Rosiade dan anggota DPR RI yang lain.
“Di tribun dekat saya ada pak Mahfud MD, bang Sandiaga Uno, pak Airlanga, Wamenhan dan dua wakil Menteri BUMN. Nonton bareng ini karena kita semua mendukung Timnas Indonesia, melawan tim juara dunia Argentina. Jadi, tak terkait dengan Pilpres juga,” kata anggota Komisi VI DPR RI ini.
Andre Rosiade tak menampik, Prabowo dan Ganjar Pranowo mendapatkan aura positif karena tingginya tingkat kepuasan masyarakat Indonesia terhadap Presiden Jokowi yang mencapai 80 persen. “Namun rakyat pasti akan pilih calon dengan kapasitas lebih. Secara kapasitas, pak Prabowo adalah menteri terbaik. Karena itu semua lembaga survei mengatakan Prabowo sebagai menteri berkinerja terbaik dan Capres dengan nilai survei tertinggi,” kata Andre Rosiade.
Soal endors dari Jokowi, Andre menyebutkan, karena Prabowo adalah menterinya Jokowi, mereka sering terlibat komunikasi dan pertemuan. “Pak Prabowo menyatakan akan melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan pak Jokowi. Kalau seandainya pak Jokowi sering mengundang pak Prabowo, alhamdulilllah. Saat ini pak Prabowo surveinya stabil karena kinerja dan dukungan penuh kader dan simpatisan. Kita tak menampik juga adanya dampak dari positifnya kinerja pak Jokowi, kita harus jujur,” katanya.
Sementara Ketua DPP PDIP Nusyirwan Soejono merasa heran, makan siang demikian jadi perhatian. “Kalau pak Ganjar dihitung sudah ratusan kali bertemu dengan Jokowi. Bagi kami di internal ini normal dan biasa saja. Mungkin bagi yang lain, termasuk pak Prabowo jadi hal yang spesial,” kata mantan anggota DPR RI ini.
Dia menegaskan, apakah harus dijelaskan ke publik, Jokowi itu siapa? “Keluarga besar Jokowi semua ada di PDIP. Kalau mengundang ke istana, bisa ditafsirkan kemana-mana. Bisa saja ajak makan, apakah beri dukungan, belum tahu juga. Jadi, tidak apa-apa, karena masing-masing punya hak untuk menarasikan. Bagaimana menarasikan kepada rakyat, karena politik ada patut dan etika. Itu guna kita memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat,” katanya.
Dia menyebut, sebenarnya pertemuan itu biasa saja. Tapi media lah yang membuat masyarakat berpikir lain. Tapi sepertinya biasa-biasa saja, tidak terjadi apa-apa. “Rakyat akan pilih calon dengan kapasitas sendiri. Tanpa harus meminta tambahan kekuatan. Ganjar tampil dengan kapasitasnya sendiri di seluruh Indonesia. Tapi, sebagai Gubernur terbatas, berbeda dengan Menteri Kabinet yang bisa kemana saja,” katanya. (*)





