METRO BISNIS

Andre Rosiade Minta Pemerintah Segera Impor KRL Bekas dari Jepang

0
×

Andre Rosiade Minta Pemerintah Segera Impor KRL Bekas dari Jepang

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade Anggota Komisi VI DPR RI

JAKARTA, METRO–Anggota Komisi VI De­wan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Andre Rosiade meminta pemerintah untuk segera melakukan impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Salah satu alasannya karena kondisi pe­numpang kereta yang su­dah tidak manusiawi di jam sibuk.

“Melihat kondisi seka­rang, memang impor kereta 12 trainset di 2023 itu urgen dengan kondisi di jam sibuk. Saya berharap pemerintah melihat,” kata Andre Rosiade kepada war­tawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Karena sekali lagi ini kan masyarakat sudah ber­teriak, jadi kalau lihat di jam sibuk di antara jam 6 sampai jam 9 pagi dan jam 4 sore sampai jam 8 malam itu sudah tidak manusiawi. Bagaimana anak kereta penumpang kereta itu berdesakan seperti cendol,” imbuhnya.

Baca Juga  #Cari_Aman saat Touring ala Menara Agung

Oleh sebab itu, Andre mendorong Kementerian BUMN, Kementerian Kemaritiman dan Investasi, BPKP dan Kementerian Perindustrian untuk segera memutuskan perihal importasi KRL bekas tersebut.

Lebih lanjut, dia me­ngusulkan untuk melakukan retrofit pada tahun mendatang dan diproduksi sepenuhnya oleh perusahaan tanah air pada tahun 2025. “Saya ini orang yang menolak impor, tapi karena melihat situasi di jam sibuk itu memang di­butuhkan memang harus dukung. Nanti 2024 baru kita retrofit, 2025 baru se­penuhnya produksi INKA,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah mulai dari Kemenko Mar­ves dan Kementerian Perindustrian masih belum memberikan izin impor KRL. Atas hal itu, kader Partai Gerindra ini meminta para pejabat yang menolak untuk segera melihat kondisi di lapangan.

Baca Juga  Mendag Lutfi Puji Event TEI 2021 yang Catatkan Transaksi USD 6,06 M

Tepatnya, kata Andre, mencoba kondisi KRL pada saat jam sibuk, yakni ber­kisar pukul 05.00-09.00 WIB dan pukul 16.00-19.00 WIB.

“Saya berharap pemerintah melihat, kalau ada juga yang menolak saya sarankan menteri-menteri yang menolak itu datang ke lapangan coba. Karena saya orang yang menolak, tapi karena saya melihat kondisi di lapangan ternyata ini memang dibutuhkan,” jelas Andre.

Saya berharap yang nolak itu coba turun ke lapangan, cek ke lapangan, Anda rasakan sendiri di lapangan penderitaan rak­yat Indonesia yang anak kerta ini sehingga tolong ambil kebijakan yang pro rakyat,” tandasnya.(jpc)