BERITA UTAMA

Parpol Kompak Sambut Baik Putusan MK

0
×

Parpol Kompak Sambut Baik Putusan MK

Sebarkan artikel ini
TOLAK PEMILU TERTUTUP— Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, hingga Ahmad Syaikhu menolak pemilu proporsional tertutup usulan PDIP.

Sejumlah partai politik (parpol) kompak menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang me­nolak permohonan perkara nomor No.114/PUU-XX/2022, terkait dengan sistem pemilu.
Dalam perkara itu, pemohon me­ngi­­nginkan MK mengubah sistem pe­milu dari proporsional terbuka menjadi proposal tertutup. Namun, MK menolak permohonan itu.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengapresiasi keputusan MK. Menurutnya, MK telah mendengar aspirasi ma­syarakat. “Ini menjadi ke­pu­tusan yang tepat dan juga keputusan yang mem­perhatikan aspirasi ma­syarakat,” kata Airlangga, Kamis (15/6).
Menteri Koordinator Bi­dang Perekonomian ini juga meminta kepada se­mua pihak menghormati putusan MK sekaligus me­lak­sana­kannya. “Mari kita semua menghormati ber­sa­ma ke­pu­tusan ini untuk mendo­rong pemilu yang tertib, aman dan adil” ucapnya.
Senada, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fa­waid juga mengapresiasi keputusan MK. Menu­rut­nya, keputusan itu meng­hormati prinsip demokrasi, yaitu partisipasi rakyat.
“Jadi pemilu harus meningkatkan partisipasi rakyat sekaligus rakyat bebas untuk menentukan siapa pemimpinnya atau calon legislatifnya yang aspiratif, penting, karena ini kan basisnya perwakilan. Kalau wakilnya tidak as­piratif ya artinya enggak sesuai tujuan,” ujar Jazilul.
Begitu pula dengan Par­tai Demokrat yang juga senang dengan keputusan MK. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyatakan pu­tusan itu harus disambut gembira oleh semua lapi­san masyarakat.
Menurutnya, MK telah menjaga marwah institu­sinya sebagai anak kan­dung yang lahir dari rahim reformasi. ”Keputusan ini menjadi kemenangan de­mokrasi, kemenangan rak­yat, di mana rakyat tetap menjadi yang utama dan diutamakan. Rakyatlah yang berdaulat menjadi penentu utama memilih perwakilannya di parle­men,” ucap Kamhar.
Sementara itu, Sek­re­ta­ris Jenderal DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi juga gembira menyambut putu­san MK dan melihatnya sebagai tonggak penting bagi nasib demokrasi Indonesia ke depan.
“Putusan MK yang me­nolak permohonan para pemohon menegaskan bah­­wa sistem proporsional ter­buka sesuai dengan kon­­s­titusi. Keputusan ini me­nguatkan tafsir kami terha­dap ketentuan pasal 1 ayat 2 UUD 1945, yang menyata­kan bahwa kedau­latan be­ra­da di tangan rakyat,” ungkap Aboe Bakar.
Lalu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Fikri Yasin menyatakan MK masih berpikir jernih karena me­nolak penerapan sistem pe­milu tertutup. Demok­rasi Indonesia, lanjutnya, terselamatkan.
“Ini merupakan keme­nangan bagi demokrasi dan rakyat, karena rakyat masih bisa menentukan secara langsung wakilnya. Artinya MK saat ini masih bisa diharapkan menjadi benteng dan penjaga ga­wang dalam mengawal demokrasi di negara ini,” ucap Fikri.
Adapun Partai Per­sa­tuan Pembangunan (PPP) juga sambut baik kepu­tusan MK karena tetap mau menerapkan sistem pemilu terbuka yang sudah berlaku sejak Pemilu 2009.
Menurut Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek, keputusan itu akan menutup semua spekulasi terkait pe­milu. “Sehingga penyeleng­gara pemilu bisa lebih fokus tanpa terbayang-bayangi oleh perubahan sistem. Begi­tu pun partai politik sebagai peserta pemilu akan lebih maksimal mempersiapkan langkah-langkah menuju Pemilu 2024,” kata Awiek.
 Sikap PDIP
Sementara, Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengatakan pihak­nya menerima putusan Mah­kamah Konstitusi (MK) yang telah memutuskan sistem pemilu tetap dilak­sanakan secara propor­sional terbuka. Sebab, PDIP merupakan satu-satu­nya partai politik (parpol) yang mengusulkan Pemilu 2024 digelar secara propor­sional tertutup.
“Kita sudah menda­pat­kan kepastian hukum. Putu­san MK yang begitu feno­menal, harus kita akui. Pa­da prinsipnya kami meng­hormati keputusan MK ini,” kata Arteria di Gedung MK, Jakarta, Kamis (15/6).
Arteria menyebut se­ba­gai parpol yang sudah matang dan dewasa di dunia politik Tanah Air, tentunya PDIP siap mengi­kuti agenda pesta demok­rasi nanti dengan sistem proporsional terbuka atau tertutup.
“Kami pastikan itu un­tuk penguatan demokrasi dan semoga yang kami sampaikan ini menjadi buk­ti konsistensi PDIP akan kekuatan historis,” tegas­nya. (jpg)