METRO SUMBAR

Mentan Minta Mahyeldi Siapkan Konsep Pengembangan Sentra Bawang Merah, Ada Bantuan Anggaran yang Siap Dikucurkan

0
×

Mentan Minta Mahyeldi Siapkan Konsep Pengembangan Sentra Bawang Merah, Ada Bantuan Anggaran yang Siap Dikucurkan

Sebarkan artikel ini
PANEN BAWANG MERAH— Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah angkat bawang usai panen.

SOLOK, METRO–Menteri Pertanian Syah­rul Yasin Limpo meminta Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan Bupati Solok Epyardi Asda untuk segera menyiapkan konsep pe­ngembangan sen­tra ba­wang merah di Nagari Sungai Nanam, Ka­bupaten Solok, Provinsi Sumatera Ba­rat (Prov. Sumbar). Ia me­ngaku, pihaknya siap mem­bantu dalam bentuk anggaran.
“Kementerian Pertanian siap memberikan du­kungan, tapi harus disiapkan dulu konsepsi integrated farming yang jelas. Kalau bisa dalam satu minggu ini selesai,” ucap Mentan RI saat meninjau kawasan sentra pengemba­ngan bawang merah nasional di Kabupaten Solok, Rabu (14/6).
Peninjauan di sela Pekan Nasional (PENAS) Pe­tani dan Nelayan XVI Ta­hun 2023 di Kota Padang itu, sekaligus untuk menghadiri panen raya bawang merah di kawasan tersebut.
Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan duku­ngan yang diberikan tidak hanya sekadar bantuan beberapa unit alsintan namun bisa berupa anggaran untuk pengembangan.  “Kalau bantuan alsintan satu atau dua itu terlalu kecil, nanti kita coba berikan dukungan yang lebih besar agar kawasan pertanian terintegrasi bisa tertata, namun konsepsinya harus jelas,” katanya.
Ia mengatakan potensi bawang merah di Sumbar cukup besar untuk men­dukung ketersediaan nasional, terutama pada periode el nino yang di­perkirakan akan melanda sekitar 80 persen wilayah di Indonesia.
“Saya gembira dan me­nyambut baik tanam dan panen raya bawang merah di Kabupaten Solok ini sebagai perwujudan keberhasilan petani. Saya kagum dengan langkah agresif Pak Gubernur dan Bupati yang mendorong petani optimalisasi lahan. Dan saya kagum langkah di Solok yang begitu cepat. Da­lam dua tahun bisa me­ngimbangi petani di Jawa,” katanya.
Ia menegaskan panen ini memberikan harapan besar bagi ketersediaan dan kecukupan bawang merah Indonesia yang pa­da saat-saat hari besar rentan terjadi kelangkaan. Selain itu juga sejalan de­ngan kebijakan pemerintah untuk membangun dan mem­perkuat sentra baru di luar Pulau Jawa yang diharapkan dapat segera berproduksi memenuhi kebutuhan nasional.
Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah langsung me­nanggapi arahan Menteri Pertanian tersebut dengan sigap, ia minta jajarannya untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan segera.
“Kita sangat setuju untuk gerak cepat seperti yang diinginkan oleh Mentan RI. OPD terkait harus mendukung dan merea­lisasikan hal ini, demikian juga dengan Pemkab Solok,” kata Gubernur Mah­yeldi.
Ia menerangkan selain pengembangan sentra ba­wang merah, Mentri Pertanian juga menyarankan untuk mengembangkan produk holtikultura lain seperti kentang dan sayuran. Kemudian juga pembenahan pasar Alahan Pan­jang, agar lebih representatif untuk perdaga­ngan regional bahkan nasional. “Secara bertahap, beberapa usulan Menteri tersebut akan kita tindaklanjuti. Namun untuk langkah awal, kita upayakan konsep pengembangan sentra bawang merah du­lu,” tegasnya. (fan)