METRO PADANG

Emak-emak Korban Kekerasan di Pasar Raya Lapor Polisi, Ngaku Sempat Diancam akan Dibunuh

0
×

Emak-emak Korban Kekerasan di Pasar Raya Lapor Polisi, Ngaku Sempat Diancam akan Dibunuh

Sebarkan artikel ini
LAPORAN POLISI— Evi Chandra (61), korban kekerasan di Pasar Raya Padang, resmi membuat laporan ke Polresta Padang, Kamis (15/6).

M YAMIN, METRO–Korban kekerasan di ka­wasan Mall Pelayanan Publik (MPP) Pasar Raya Padang, akhir­nya membuat laporan resmi kekpolisian. Perempuan paruh baya ini berharap aparat bisa menindaklanjuti aksi kekerasan yang sudah dilakukan pelaku.
Laporan tersebut dila­yang­kan pasca insiden yang dialami oleh korban bernama Evi Chan­dra (61) dengan nomor LP/B/32/VI/2023/SPKT/Polsek Padang Barat/Polda Sumatera Barat tanggal 13 Juni 2023 dengan terlapor diduga dengan inisial EY.
“Saya mendapat perlakuan tak mengenakkan dari perempuan itu dengan cara menyerang pinggang saya hingga saya terban­ting,” kata korban Evi, Kamis (15/6) siang.
Sebelum insiden penyerangan itu, Evi mengaku juga mendapatkan ucapan yang tak pantas dilontarkan ke publik dari terlapor tersebut.
“Bahkan, saya juga sem­pat diancam hen­dak dibunuh. Peristiwa ku­rang menyenangkan ini bukan kali pertama saya terima dari dia, ini sudah bertahun-tahun,” ucapnya.
Evi menyebut selama mengalami perbuatan ku­rang menyenangkan itu dirinya tidak melakukan perlawanan balik kepada terlapor yang diduga kuat merupakan istri salah satu aparat pemerintahan di Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang.
“Buat apa saya melawan, jika saya lawan, artinya saya sama dengan dia,” katanya.
Peristiwa penyerangan terhadap dirinya bermula ketika Evi hendak merekam tindakan terlapor EY yang diduga hendak memungut uang kepada pedagang Pasar Raya Padang.
“Dia mengaku jagoan di Pasar Raya, sehingga dia bisa semena-mena, pedagang di sini juga tak berani melawannya, karena sang sua­mi berdinas di Disdag membuatnya menjadi leluasa,” katanya.
Tindakan terlapor itu, kata Evi lina, sejatinya sudah dilaporkan ke Disdag Kota Padang, namun tak kunjung ada tindakan berarti. “Sekarang saya sudah capek, karena juga tak ada perubahan yang saya lihat, tindakan seperti itu terkesan dibiarkan begitu saja,” katanya.
Usai mengalami penyerangan, Evi menyebut sudah membuat laporan ke pihak kepolisian. Dirinya mengaku juga sudah divisum. “Sekarang saya istirahat di rumah, karena kepala masih pusing akibat terbanting ke lantai usai penyerangan yang saya alami,” tuturnya.
Peristiwa yang melanda korban bernama Evi terjadi di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Padang, pada Selasa (13/6) pagi.
Saksi mata di lokasi kejadian, Dodi Wawa mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, korban dan terduga pelaku yang juga seorang perempuan sempat terlibat cekcok. “Informasinya karena perempuan (terduga pelaku itu meminta uang keamanan jaga malam di Pasar Raya. Kejadian itu pukul 08.00 WIB tadi,” katanya.
Namun, Dodi mengaku tidak tahu persis pangkal permasalahan antara ke­duanya lantaran insiden itu berlalu begitu saja. “Kemungkinan keduanya sudah ribut juga di tempat lain,” katanya.
Dodi mengaku sempat melerai kedua orang itu agar tidak terjadi kegaduhan yang lebih luas. Namun, katanya, akibat didorong oleh terduga pelaku, korban Evi langsung tumbang dan dilarikan ke rumah sakit. (rom)