METRO PADANG

Tertarik dengan Kaliandra dan Ikan Bilih, Peserta Penas Petani dan Nelayan ke-XVI Kunjungi Semen Padang

0
×

Tertarik dengan Kaliandra dan Ikan Bilih, Peserta Penas Petani dan Nelayan ke-XVI Kunjungi Semen Padang

Sebarkan artikel ini
PEMBIBITAN KALIANDRA— Peserta Penas Petani dan Nelayan ke-XVI dari berbagai provinsi di tanah air, berada di tempat pembibitan kaliandra merah yang dibudidayakan PT Semen Padang.

INDARUNG, METRO–Sekitar seratusan pe­ser­ta Pekan Nasional (Pe­nas) Petani dan Nelayan ke-XVI, berkunjung ke PT Semen Padang untuk me­lihat area konservasi ikan bilih dan pembibitan tanaman kaliandra merah, termasuk melihat Kawa­san Cagar Budaya Na­sio­nal Pabrik Indarung I, Se­nin (12/6).
Didampingi Kepala Bi­dang Destinasi dan Daya Tarik Wisata Dinas Pari­wisata Kota Padang, Diko Riva Utama, rombongan Penas Tani dan Nelayan yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia itu terlihat antusias. Teruta­ma, saat berada di Pabrik Inda­rung I yang didirikan Belan­da pada 18 Maret 1910.
Di pabrik semen perta­ma di Indonesia dan Asia Tenggara ini, rombongan tersebut tampak meman­faatkan moment kunju­ngannya ke Pabrik Inda­rung I untuk berswafoto dengan latar belakang ba­ngunan Pabrik Indarung I. Tidak hanya itu, beberapa dari mereka juga ada yang melakukan live video di media sosial seperti Insta­gram dan TikTok.
Selama kurang lebih 1 jam berada di Pabrik Inda­rung I yang dulunya ber­nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM), rombongan tersebut juga bertanya kepada pihak PT Semen Padang tentang bagaimana sejarah, serta perkembangan Pabrik In­darung I sejak didirikan sampai berhenti bero­pe­rasi di tahun 1999.
Salah satu peserta Pe­nas Tani Nelayan asal Ti­mika, Papua, bernama Pius Katagame, mengaku tak­jub dengan sejarah pabrik yang berada di sisi timur kawasan PT Semen Pa­dang tersebut. Kata dia, pro­duksi dari PT Semen Pa­dang ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Tidak ada yang tidak tahu de­ngan Semen Padang.
Tertarik dengan Kalian­dra dan Ikan Bilih, Peserta Penas Petani dan Nelayan ke-XVI Kunjungi Semen Padang
“Di Timika saja, banyak rumah dan hotel yang di­bangun menggunakan semen dari Semen Padang. Semen Padang luar biasa sekali, sudah berkontribusi besar dalam pemba­ngu­nan infrastruktur di Indonesia. Makanya, saya sa­ngat se­nang diberi kesem­patan untuk berkunjung ke Pabrik Indarung I ini,” ka­tanya.
Hal yang sama juga disampaikan peserta Pe­nas Petani dan Nelayan dari Kabupaten Nagan Ra­ya, Aceh, bernama Yulian­to. Kata dia, keberadaan PT Semen Padang yang sudah berusia 113 tahun, ten­tunya sangat memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Karena, PT Semen Padang merupakan salah satu sumber daya Indonesia yang sangat berguna bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.
“Bahkan pasca-tsuna­mi, kebutuhan semen un­tuk pembangunan di Aceh dipasok dari Semen Pa­dang. Museum Tsunami Aceh sendiri juga dibangun menggunakan semen dari Semen Padang. Dan, saya tertarik berkunjung untuk melihat Pabrik Indarung I ini, karena bangunan pab­rik ini merupakan cikal ba­kal industri semen di Indonesia,” katanya.
Peserta Penas Petani dan Nelayan lainnya yang berasal dari Kalimantan Timur, bernama Agus Pri­yono, juga mengaku takjub dengan bangunan Pabrik Indarung I. “Saya tertarik melihat Pabrik Indarung I, karena banyak bangunan tua bersejarah yang di­bangun di zaman Belanda menggunakan semen dari Semen Padang,” katanya.
Bahkan, kata Agus Pri­yono melanjutkan, Museum Mulawarman yang meru­pakan bekas istana dari Kesultanan Kutai Kar­ta­negara yang dibangun pa­da tahun 1936, juga diba­ngun menggunakan semen dari PT Semen Padang. “Jadi, itu lah alasannya kenapa saya sangat ter­tarik sekali berkunjung ke Pabrik Indarung I ini,” be­bernya.
Setelah berkunjung ke Pabrik Indarung I, rom­bongan Penas Petani dan Nelayan itu kemudian me­ngunjungi tempat pem­bibi­tan kaliandra merah serta konservasi ikan bilih. Di sana, mereka juga men­de­ngar secara seksama alasan PT Semen Padang mela­kukan pembibitan ka­liandra dan konservasi ikan bilih yang merupakan ikan ende­mik di Danau Sing­karak.
Rumiati, peserta Penas Petani dan Nelayan dari Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menye­but bahwa dirinya baru kali ini mendengar nama tana­man kaliandra. Tentunya, dari penjelasan pihak PT Semen Padang, ternyata kaliandra merah ini sangat bagus sekali untuk dikem­bangkan, terutama di ta­nah-tanah marginal.
“Kaliandra merah ini bisa menyuburkan tanah. Siklusnya juga cepat, dita­nam, kemudian dipangkas dan tumbuh sendiri. Man­faatnya juga banyak, bu­nganya bisa untuk budi­daya madu, dan daunnya untuk pakan ternak. Se­dangkan kayunya bisa di­manfaatkan untuk bahan bakar yang dapat mensub­stitusi batubara,” katanya.
Terkait konservasi ikan bilih, peserta Penas Petani dan Nelayan bernama Su­par­mi asal DKI Jakarta, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah me­ngembangbiakkan ikan bi­lih melalui pemijahan se­cara alami di kolam pemija­han dan laboratorium. Apa­lagi, kata dia, ikan bilih hasil konservasi dikembalikan ke habitat aslinya di Danau Singkarak.
“Ini sangat bagus se­kali. Semen Padang patut diapresiasi, karena telah berupaya mengembang­biakkan ikan bilih yang telah hampir punah. Me­nariknya, ikan bilih yang dikembangbiakkan ini juga dikembalikan ke habitat­nya di Danau Singkarak. Saya sendiri, pernah me­ma­kan ikan bilih yang diba­wa saudara. Ikannya sa­ngat enak dan rasanya agak manis,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Wisata Dinas Pari­wisata Kota Padang, Diko Riva Utama, mengatakan rombongan Penas Petani dan Nelayan ke-XVI ini sengaja dibawa ke PT Semen Padang, karena selain adanya Pabrik Indarung I yang telah menjadi kawa­san Cagar Budaya Na­sio­nal, di PT Semen Padang juga terdapat potensi besar lainnya seperti kaliandra merah dan ikan bilih.
“Nah, kunjungan ke Semen Padang ini sesuai dengan agendanya Penas Petani dan Nelayan. Arti­nya, di samping tour ke Pabrik Indarung I, rom­bongan ini juga bisa meli­hat pembibitan kaliandra merah dan konservasi ikan bilih. Alhamdulillah, selu­ruh peserta tampak terta­rik dengan apa yang kita sajikan di semen Padang ini,” katanya.
Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rah­ma­wati mengatakan bah­wa pihaknya memfa­silitasi kun­jungan peserta Penas Petani dan Nelayan, meru­pakan bentuk dukungan PT Semen Padang terhadap kegiatan Penas Petani dan Nelayan yang dipusatkan di kawasan Lanud Sutan Sjahrir, Tabing, Kota Pa­dang.
“Bagi kami di Semen Padang, kunjungan peserta Penas Petani dan Nelayan ini juga sesuai dengan program perusahaan yang telah dikembangkan, se­perti penanaman kaliandra merah bekerjasama de­ngan masyarakat sekitar perhutanan sosial dalam hal cadangan karbon dan energi alternatif terba­rukan, termasuk konser­vasi ikan bilih yang teran­cam punah di Danau Singkarak,” katanya.
Ia berharap, selama kunjungan ke PT Semen Padang, peserta Penas Pe­tani dan Nelayan puas de­ngan segala informasi yang disampaikan. “Semoga, sharing pengetahuan dari kami tentang tanaman ka­liandra merah dan juga konservasi ikan bilih dapat menambah pengetahuan para peserta Penas Petani dan Nelayan yang mung­kin beberapa dari peserta, belum mengenal kaliandra dan ikan bilih,” pungkas Anita. (ren/rel)