METRO SUMBAR

Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Pessel Masih Stabil

0
×

Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Pessel Masih Stabil

Sebarkan artikel ini

PESSEL METRO–Menjelang hari raya idul adha Tahun 2023, stok hewan kurban di Kabupaten Pesisir Selatan masih terpantau stabil. Sementara itu untuk harga dipasaran juga masih normal seperti hasi hari biasa.
Berdasarkan keterangan salah seorang peternak sapi, juga pedagang Feby pada Posmetro, Senin (12/6/2023) mengatakan, sejauh ini sudah banyak pesanan dari masyarakat untuk hewan kurban, jelang hari raya Idul Adha tahun 2023.
” Alhamdulilah, sedikit – sedikit sudah ada yang pesan. Dan, sampai sekarang stok hewan kurban masih bisa memenuhi permintaan warga yang ingin berkorban,” ucap Feby.
Lebih lanjut Feby, sementara untuk harga sapi kurban tergantung permintaan warga dan berat sapi itu sendiri. Kalau jenis sapi bali umur dua tahun Rp.14.8 juta, lebih kurang daging rata – rata 65 – 70.
Dibandingkan hari raya Idul Adha tahun lalu memang ada kenaikan namun harganya tidak terlalu signifikan. Kenaikan memang dari para peternak.
Feby menambahkan, belum banyaknya permintaan hewan kurban saat ini diduga karena waktunya masih cukup jauh. Biasanya lonjakan permintaan dan kenaikan harga terjadi sejak 2 minggu menjelang hari raya idul adha. Karena jika membeli jauh jauh hari sebelum hari raya, mereka juga memikirkan biaya pakan dan perawatan yang tidak sedikit.
Pemkab Kabupaten Pesisir Selatan minta masyarakat agar tetap mempertahankan populasi sapi lokal yang ada dengan tujuan agar populasi atau keberadaan sapi lokal pesisir tetap lestari dan tidak punah karena kian ketatnya persaingan perdagangan sapi pedaging impor, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimiliki oleh masyarakat peternak.
Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto, mengatakan bahwa sapi lokal pesisir telah tercatat sebagai salah satu dari lima jenis sapi asli di Indonesia.
“Karena sapi lokal ini memiliki keunggulan, maka harus tetap dijaga kelestariannya. Sebab melalui keunggulan itu sapi lokal pesisir yang berasal dari daerah ini banyak diminati oleh masyarakat untuk dikonsumsi,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa sekarang Pessel juga telah tercatat sebagai salah satu daerah pemasok daging sapi terbesar di Sumbar.
“Agar sebagai daerah pemasok juga memiliki ciri khas tersendiri, terutama pada jenis sapinya, sehingga keberadaan sapi lokal yang ada di Pessel yang juga tercatat sebagai salah satu dari lima jenis sapi asli Indonesia, tidak boleh punah,” ujarnya. ( Rio)

Baca Juga  Ramadhan 1440 H, Mancing dan Makan Basamo, Saling Memberi Maaf