METRO PADANG

LPPM Universitas Andalas Gelar Monev di Mitra Sumatra Volunteer

0
×

LPPM Universitas Andalas Gelar Monev di Mitra Sumatra Volunteer

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI SUMATRA VOLUNTEER— Tim Monitoring dan Evalausi (Monev) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand melakukan kunjungan langsung ke Sumatra Volunteer, Sabtu (10/6).

TANAHDATAR, METRO–Untuk membantu peningkatan kemajuan usaha mitra Universitas Andalas (Unand), maka Tim Monitoring dan Evalausi (Monev) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand melakukan kunjungan langsung ke Sumatra Volunteer, Sabtu (10/6). Kunjungan ini berjalan baik dan penuh suasana kekeluargaaan.
Diketahui, Sumatra Volunteer merupakan salah satu Mitra Unand sejak tahun 2020 dengan kontrak pengabdian ke­pada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat Mem­bantu Usaha Ber­kem­bang dengan Nomor: T/45/UN.16.17/PM.PKM-MUB/2021. Ketua Monev Dr Mas­rizal turun bersama de­ngan tim yang terdiri dari Zulkarnaini SH (LPPM), Dr kiki Yulianto (STP), Livia (LPPM) dan Eca (LPPM).
Sementara untuk pegabdian ini diketuai oleh Winny Alna Marlina ST MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kampus Unand Payakumbuh Unand. Bersama anggota Nefy Puteri Novani SKom MT, Handoko SS MHum dan Nur Ari Sufiawan SPd MSi.
Winny Alna Marlina mengatakan, Sumatra Volunteer adalah Yayasan yang didirikan oleh Muhammad Husen, seorang putra daerah Lima Kaum Tanahdatar, Sumatra Barat pada tahun 2014. Yayasan Sumatra Volunteer berbentuk NGO (Non Profit Organizasition) yang berfokus kepada pendidikan gratis kepada anak-anak Lima Kaum dan berfokus kepada pelestarian lingkungan.
“Untuk menda­nai biaya operasional yayasan, ma­ka tahun 2020 pe­milik Yayasan mem­buka usaha yang bergerak di bidang industri kreatif yaitu usaha kerajinan tangan dan produk kreatif dari bambu seperti sedotan, mangkuk dan baju dari serat bambu,” katanya.
Yayasan Sumatra Volunteer berada di Jorong Balai Labuah Bawah, Nagari Lima Kaum, Tanah Datar. Usaha ini memiliki tujuan untuk melakukan ekspor ke pasar Eropa seperti Belanda. Bahkan usaha kerajinan bambu ini telah dipamerankan di Tong-tong Fair, Amsterdam, Belanda tanggal 11 September 2022. Dan Agustus 2023 juga akan mengikuti pameran Tong-tong fair.
Winny Alna Marlina menyebut, dalam kegiatan monev ini, banyak sekali perkembangan dari Mitra, mulai dari adanya tempat produksi untuk menghasilkan sedotan bambu yang lokasinya tidak jauh dari kantor yayasan. Universitas Andalas melalui LPPM dan ketua Pengabdian dan tim Program Berkelanjutan Membantu Mitra Yayasan telah mengadakan mesin printer, mesin laser dan pengurusan PT untuk tahun ketiga bagi Yayasan.
“Yayasan juga sangat terbantu dengan adanya bantuan dan kegiatan peng­ab­­dian dari Universitas Andalas. Yang awalnya Yayasan hanya mempro­duksi sedotan dari bambu dengan jumlah yang kecil dan waktu yang lama, se­karang dengan mesin yang di­be­rikan oleh Unand dapat membantu sistem pro­duksi yang lebih efektif dan ef­isien,” kata Winny.
Untuk membeli produk Yayasan dapat melalui IG Yayasan di @ Su­matra.­volunteer dan @sumatrastraws karena dengan adanya Yayasan ini dapat membantu kelompok marjinal terutama anak-anak yang membutuhkan pendidikan. (r)

Baca Juga  Usai Barang-barang Dijarah Maling, Andre Rosiade “Ganti”Peralatan di Shelter UKU Padang