PADANG, METRO – Puluhan hektare lahan pertanian milik masyarakat di Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji terancam kekeringan, karena jebolnya saluran irigasi teknis yang terletak di Sawah Laiang Kelurahan Gunung Sarik. Irigasi tersebut jebol lebih kurang sejak tiga tahun lalu akibat banjir.
Sehingga, agar sawah masyarakat bisa teraliri air terpaksa petani mengantisipasinya dengan mempergunakan karung berisikan pasir ditumpuk pada yang jebol tersebut. Kemudian, dipatok dengan bambu.
“Sehingga dengan upaya gotong royong petani tersebut bisa mengalirkan air ke lahan pertanian kami yang dominan terletak di lingkungan RW 1 Keluragan Sungai Sapih,” ujar Pak Buyuang (59) salah seorang petani, Rabu (23/1).
Dikatakan Pak Buyuang, upaya menumpuk pasir di saluran teknis irigasi yang jebol tersebut hanya bisa mengantisipasi aliran air untuk sementara. Karena, tumpukan pasir itu tidak bertahan lama. Sebab, kalau banjir dan luapan air terjadi di aliran irigasi akan menghanyutkan tumpukan karung pasir tersebut. Sehingga memaksa warga melakukan hal sama kembali mengaliris sawah mereka. Maka, masyarakat petani sangat mengharapkan uluran SKPD terkait dari Pemko Padang.
Sebab, kalau tidak setiap akan datang musim tanam, memaksa petani kembali melaksanakan goro mengisi karung-karung dengan pasir lalu ditumpuk di bekas jebolan untuk mengalirkan air ke sawah. Kalau tidak digorokan, maka air tidak bisa mengalir ke lahan pertanian masyarakat. Dan sawah tidak bisa digarap petani.
Sementara, lahan pertanian tersebut sangat tergantung pasokan air dari irigasi teknis yang berada di belakang Mushalla Nurul Yakin Sawah Laiang Gunung Sarik tersebut. Apalagi, dari lahan puluhan hektare itu merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat petani untuk menafkahi keluarganya. Selain itu lahan itu juga ditanami plawija oleh petani untuk menambah penghasilan petani.
Oleh karena itu mengharapkan bantuan Pemko Padang melalui SKPD terkait untuk memperbaiki irigasi teknis yang jebol tersebut. Dan irigasi yang jebol itu telah terjadi beberapa tahun belakangan. Kalau tidak salah telah terjadi lebih kurang tiga tahun yang lalu. (boy)





