METRO BISNIS

Yamaha Penyumbang Ekspor Motor Terbanyak

0
×

Yamaha Penyumbang Ekspor Motor Terbanyak

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Ekspor sepeda motor di Indonesia ikutan ngegas. Hingga saat ini, tercatat 600 ribu unit motor telah diekspor ke berbagai negara di dunia. Namun, dari seluruh sepeda motor yang diekspor, Yamaha menjadi penyumbang terbanyak dengan jumlah mencapai 54,1 persen.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekpor sepeda motor dari Indonesia mencapai 630.621 unit. Angka itu naik sangat drastis dari ekspor tahun 2017 yang hanya tercatat 431.187 unit. Pencapaian ekspor sepeda motor ini menjadi jawaban dari tantangan yang diberikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Pada pembukaan IMOS 2018, November lalu, Airlangga menantang AISI untuk bisa mengekspor 600 ribu unit atau 10 persen dari produksi sepeda motor di Indonesia. Target itu pun tercapai di tahun 2018. Dari lima merek anggota AISI, Yamaha menjadi penyumbang ekspor terbanyak. Pabrikan berlogo garpu tala itu mengekspor motor sebanyak 341.240 unit.
Menanggapi pencapaian tersebut, Yamaha Tjahaja Baru, selaku main dealer sepeda motor Yamaha di Sumatera Barat,  memberikan apresiasi kepada PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT. YIMM) yang telah memperkenalkan produknya tidak di Indonesia saja melainkan juga di ekspor keberbagai belahan dunia.
“Yamaha menjadi penyumbang ekpor sepeda motor terbanyak, merupakan pencapaian yang luar biasa dan merupakan kebanggan bagi kita bersama. Artinya, Yamaha kini semakin mendunia dan diakui oleh dunia,” kata Brand Management Head Yamaha Tjahaja Baru, Azhari Rahmat.
Sementara itu, General Manager Yamaha Tjahaja Baru, Heru Haryadi mengatakan sepeda motor Yamaha yang telah diekspor menurut catatan dari AISI, eskpor dari pabrikan berlogo garpu tala itu didominasi oleh Yamaha NMax, XMax, MX King, R25.
”Yamaha  NMax dan XMax merupakan salah satu produk terlaris di wilayah Sumatera Barat, ini dilihat dari segi permintaan yang sangat banyak.
Tidak hanya dua varian itu, Yamaha Lexi dan Free Go juga mendapatkan respon yang positif oleh masyarakat Sumatera Barat. Hal itu dilihat dari antusis konsumen saat soft launching yang dilakukan pada bulan Desember 2018 lalu,” pungkas Heru Haryadi. (rgr)