METRO SUMBAR

Percepatan Penurunan Stunting Terus Digerakkan di Padang Panjang

0
×

Percepatan Penurunan Stunting Terus Digerakkan di Padang Panjang

Sebarkan artikel ini
PAPARAN PROGRAM— Ketua PKK Kota Padang Panjang dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP.JP hadir selaku narasumber, memaparkan materi mengenai peran PKK mengatasi stunting.

 

PDG. PANJANG, METRO–Upaya percepatan pe­nurunan stunting terus digerakkan Pemerintah Kota Padang Panjang. Kali ini dilakukan dengan program Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas (KB). Program tersebut sudah berjalan sejak kemarin (Kamis, 8/6) di Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB) dan kali ini berlangsung di Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) yang bertempat di Aula Kantor Lurah Ekor Lubuk, Jumat (9/6).

Ketua PKK Kota, dr. Di­an Puspita Fadly Amran, Sp.JP.JP hadir selaku narasumber, memaparkan materi mengenai “Peran PKK Mengatasi Stunting”. Stun­ting ini, katanya, terjadi karena adanya kondisi anak yang kurang gizi, mengakibatkan pertumbuhan otak dan perkemba­ngan tubuhnya menjadi lambat. Untuk itu, terang Dokter Dian, dalam memenuhi gizi anak, para orang tua diminta untuk selalu rajin konsultasikan pertumbuhan anaknya. Anak diusia 0-6 bulan hanya dikasih air susu ibu (ASI). Setelah itu baru berikan makanan pendamping (MP) ASI yang ada proteinnya. Seperti telur, ikan, daging, ayam, hati dan juga ada kacang-kacangan se­perti tahu dan tempe. “Ti­dak boleh memberikan a­nak telur dan ikan dalam keadaan setengah matang. Usahakan matang sematang-matangnya,” tegas Dian.

Baca Juga  Gubernur Buka Senam Sehat World Diabetes Day 2025, Warga Diajak Ubah Pola Hidup, Kelola Stres, Jauhi Rokok dan Alkohol

Selain itu anak-anak juga tidak disarankan di­berikan jus yang dicampur gula dan susu kental manis. Begitu juga dengan madu, anak-anak di bawah satu tahun tidak boleh mengonsumsinya. Dian juga mengimbau agar selalu menjaga lingkungan yang sehat, serta pakailah jamban yang sehat pula. “Kader PKK tidak hanya bisa menyosialisasikan mengenai gizi, namun de­ngan adanya empat Pokja PKK, semuanya terlibat dalam penurunan stunting. Seperti Pokja 1 mengenai pola asuh anak dan remaja. Pokja 2 ada UP2K de­ngan memanfaatkan ling­kungan sekitar untuk me­ningkatkan perekonomian dengan berjualan dari rumah. Begitu juga dengan Pokja 3 dan Pokja 4. Semua kader PKK ini terlibat da­lam mencegah stunting untuk anak-anak,” sebutnya.

Baca Juga  Pembangunan RSUD Bukittinggi Dilanjutkan

Selain Dian, kegiatan tersebut juga mengha­dirkan narasumber dari Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kota Padang Panjang, Hil­deria Holohon dan Widia Atsusi. Serta Ketua Tim Kerja Kampung KB Perwakilan Ba­dan Kependu­dukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumbar, David Arga, S.IP, M.H, lurah dan PKK Ekor Lubuk serta masyarakat yang anaknya di bawah lima tahun. (rmd)