POLITIKA

Khadafi: Pemilu harus menjadi Fokus Bersama

0
×

Khadafi: Pemilu harus menjadi Fokus Bersama

Sebarkan artikel ini
TANDATANGAN MOU— Tingkatkan partisipasi pengawasan Pemilu tahun 2024, Bawaslu Provinsi Sumbar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PW Nasyiatul ‘Aisyiyah Sumbar di Hotel Truntum Padang, Kamis, (8/6).

 

PADANG, METRO–Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hu­bungan Masyarakat (Parmas dan Hubmas) Badan Pengawas Pemilu (Bawas­lu) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhammad Khadafi, S.Kom menegaskan  bahwa Pemilu harus menjadi fokus bersama, karena Pemilu akan menentukan dan memilih pemimpin yang diharapkan sesuai dengan yang  diinginkan publik.

“Karena itu, penting jadi perhatian kita bersama. Bawaslu melihat, semua unsur harus dilibatkan dengan baik agar sasaran dan target yang diinginkan terhadap Pemilu dalam terlaksana dengan baik. Kami di Bawaslu ingin memastikan, semua yang terlibat dalam semua proses dan tahapan Pemilu dapat berjalan dengan baik,” ung­kap Khadafi dalam sam­butannya saat membuka Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bersama Tokoh Keagamaan dan Tokoh Masyarakat Sumbar, di Truntum Hotel Padang, Kamis (8/6).

Dilanjutkan Khadafi, saat ini tahapan Pemilu sudah memasuki pemutakhiran data pemilih, yang akan ditetapkan sebagai pemilih dalam Pemilihan Umum, 14 Februari 2024 mendatang. Saat ini, terdata lebih 4 juta pemilih, dimana jumlah ini tentunya akan bertambah atau ber­kurang hingga batas waktu yang ditetapkan.

Baca Juga  Dengarkan Visi Misi Bacalon, PPP Pasbar Mulai Seleksi Cakada yang Akan Diusung di Pilkada

“Penambahan itu bisa terjadi karena ada anggota TNI/Polri yang memasuki masa pensiun, pelajar-pelajar atau generasi mu­da yang pada saat pemungutan suara telah memasuki usia 17 tahun, atau yang pindah domisili karena alasan tugas dan sebagainya,” terang Khadafi.

Ditambahkan Khadafi, pendidikan pemilih memang harus dilakukan, agar mereka dapat mempergunakan hak demokrasinya dengan baik dalam Pe­milu. Dan bagi Bawaslu sendiri, hal itu sangat penting khususnya dalam upaya memperkuat pengawasan partisipatif untuk meminimalisir pelanggaran di semua tahapan pe­milu. Juga agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan hak-haknya, baik sebagai peserta pemilu maupun masyarakat pemilih.

“Dalam upaya meminimalisir kecurangan dan pelanggaran oleh peserta pemilu, maka Bawaslu Sum­bar juga telah meng­ha­dirkan Kampung Pengawasan yang saat ini sudah ada di 14 kabupaten dan kota di Sumbar. Ini tidak lain dalam upaya melibatkan semua unsur masyarakat dalam pengawasan partisipatif,” ujar Khadafi.

Baca Juga  Parpol Diminta Tertibkan APK Secara Mandiri, Roberia: Dapat Digunakan kembali Pada Masa Kampanye

Dikatakan Khadafi, pen­ting­nya pengawasan partisipatif, selain sebagai perpanjangan tangan Bawaslu yang jumlah anggotanya terbatas, juga dalam upaya memperkuat peran akrif masyarakat. Apalagi di masa kampanye nantinya, karena Undang Undang telah mengatur, dimana lokasi kampanye bisa dilakukan dan dimana dilarang.

“Nah, sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif juga dalam upaya memberi pemahaman pada tokoh keagamaan san masyara­kat terkait aturan kepemiluan agar tidak terjadi pelanggaran oleh peserta pemilu,” tegas Khadafi.

Sebelumnya, Ketua pa­nitia, Drs. Andi Bastian, M.Si mengatakan bahwa peran aktif masyarakat harus ditunjang da­lam.­pelak­sanaan Pemilu, me­ng­ingat masih rendahnya wawasan dari masyarakat terhadap pemilu. Karena itu, perlu peran aktif pengawas sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu.

“Partisipasi masyara­kat, khususnya kalangan tokoh-tokoh agama dan tokoh agama sangat diperlukan agar pemilu dapat berjalan dengan baik dan berkeadilan,” ujar Andi. (cr1)