BERITA UTAMA

Sulastri Tewas di Jurang Ngarai Sianok, Korban Diduga Terpeleset lalu Terjatuh

0
×

Sulastri Tewas di Jurang Ngarai Sianok, Korban Diduga Terpeleset lalu Terjatuh

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim gabungan dibantu masyarakat mengevakuasi jenazah Sulastri (55) yang tewas akibat terjatuh dari atas Ngarai Sianok, Kota Bukittingi.

 

BUKITTINGGI,METRO–Seorang wanita paruh baya warga Kelurahan Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi ditemukan tergeletak tak bernyawa di dasar jurang Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, Rabu (7/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian itu sontak membuat gempar masyarakat setempat.

Ditemukannya korban bernama Sulastri (55) yang tewas di dasar jurang sete­lah suaminya melaporkan kehilangan korban ke BPBD dan Damkar Kota Bukit­tinggi. Pasalnya, suami korban hanya enemukan tongkat dan sandal milik korban di lokasi kopel atau pos istirahat.

Setelah dua jam dila­kukan pencarian, tim gabu­ngan dibantun masyarakat setempat berhasil mene­mukan jenazah korban di dasar jurang. Saat dite­mukan, korban kondisinya mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh­nya. Jenazah korban kemu­dian dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dikebumikan.

Pelaksana BPBD Bu­kittinggi, Ibentaro Samu­dera mengatakan, korban meninggal dunia yang dite­mukan di dasar jurang Ngarai Sianok berjenis ke­lamin perempuan. Diduga, korban jatuh akibat ter­peleset saat berada di ping­gir jurang.

“Dugaan kami, korban ini terjatuh dari lokasi kopel atau pos istirahat di atas bibir Ngarai Sianok setinggi 100 meter. Usia ditemukan, jenazah korban kami eva­kuasi ke rumahnya dan diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Ibentaro Samudera.

Dijelaskasn Ibentaro Samudera, pihaknya me­nerima laporan kehilangan salah seorang warga se­kitar pukul 12.15 WIB dan setelah pencarian selama dua jam akhirnya posisi korban ditemukan.

“Lokasi terjatuhnya kor­ban berada di RT 01 RW 05 Kelurahan Bukit Apit Puhun Kecamatan Guguak Panjang, Bukittinggi. Kami mengerahkan 12 orang per­sonel kemudian mela­kuk­an pencarian dan eva­kuasi pada korban,” kata­nya.

Menurutnya, korban pertama kali dicari oleh keluarganya sejak pukul 09.00 WIB. Saat itu suami korban menemukan tong­kat dan sandal di lokasi kopel, sedangkan korban tidak ada.

“Korban biasa mela­kukan aktivitas jalan pagi karena mengidap penyakit diabetes, setelah dicari oleh suami, ditemukan tong­­kat serta sandal di kopel Koto Barangai karena kebiasaan beliau olahraga pagi dan duduk di kopel tersebut,” kata Ibentaro.

Sementara, Lurah Bukit Apit Puhun, At Thoriq mem­benarkan korban yang terjatuh dan meninggal me­rupakan warganya yang diketahui bertempat tinggal tidak jauh dari bibir Ngarai Sianok.

“Benar, tapi kami belum mengetahui secara pasti penyebab beliau terjatuh, saat ini sudah di rumah duka dan segera disema­yamkan,” kata dia. (pry)