PADANG, METRO – Keberadaan Hilda Wayuni (25) yang hilang saat mobil yang ditumpanginya terjun ke dalam Banda Bakali, Banjir Kanal sekitar kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim hingga saat ini masih menjadi misteri. Memasuki pencarian hari ke-3, korban yang merupakan karyawan Living Plaza ini belum juga ditemukan.
Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD Kota Padang, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Damkar, PMI dan relawan bersama masyarakat masih terus melakukan pencarian dari titik mobil terjebur ke dalam sungai hingga ke Pantai Muaro Lasak dan Pantai Cimpago. Petugas dalam melakukan pencarian, menggunakan teknik pembentangan jaring.
Selain itu, beberapa perahu karet juga lalu lalang melakukan penyisiran. Di sepanjang pinggir banjir kanal, petugas juga tampak melakukan penyisiran. Namun, pada hari ini (kemarin red) petugas tidak menurunkan tim penyelam karena titik yang dicurigai keberadaan korban belum ditemukan.
Sementara itu, tante korban Fatmawati (53) yang sengaja datang langsung dari Bukittinggi setelah mendapatkan kabar kalau korban mengalami kejadian nahas itu, terlihat betah mengiringi petugas dalam melakukan pencarian yang berkeja tanpa mengenal lelah. Ia sangat mengharapkan korban bisa segera ditemukan.
“Dapat kabar, Hilda hilang malam pas kejadian itu 23.30 WIB. Saya langsung berangkat ke Padang dan sampai di Padang pukul 07.00 WIB. Dari kemarin sampai sekarang saya ikut menyaksikan petugas gabungan melakukan pencarian. Dari kemarin petugas tidak bisa melakukan penyelaman karena air keruh. Saya minta agar tim penyelam dilibatkan dalam pencarian korban,” kata Fatmawati.
Fatmawati mengakui, sebelum adanya insiden itu, ia tidak memiliki ada firasat buruk apapun. Namun, saat berada di rumah, ia mendapat kabar Hilda jatuh bersama mobil yang dikemudikan manager-nya dan mobil Xenia berwarna putih itu jatuh ke sungai persisnya tidak jauh di depan rumah korban.
“Saya langsung syok saat mendapat kabar kabar buruk itu dari telepon. ‘Hilda jatuh dan hilang diseret arus sungai dan belum ditemukan’. Malam itu tidur saya tidak tenang. Saya heran mengapa Hilda naik mobil bosnya. Padahal cerita orangtuanya, Hilda itu rencana mau dijemput papa-nya. Tapi karena hujan, Hilda bilang ke Papa-nya kalau pulang sama Go-car aja,” beber Fatmawati.
Fatmawati menuturkan, setelah mendapatkan kabar dari Hilda, papa-nya Suardi Rosma terpaksa mengurungkan niat untuk menjemputnya. Padahal, Hilda berencana dijemput dengan sepeda motor oleh papa-nya tapi Hilda memberitahukan kalau ia telah memesan Go-car dan bersiap untuk pulang.
“Waktu menunggu Go-car datang, rekan kerja Hilda ditawari oleh manager-nya untuk diantar pulang pakai mobil. Apalagi saat itu hujan lebat. Hilda pun lantas membatalkan pesanan Gocar dan memilih ikut diantar bos nya itu.
Hilda karyawan terakhir yang diantar pulang oleh manager-nya. Sesampai di persimpangan dekat rumah, Hilda sempat gomong ‘Pak belok kiri bukan kanan’. Saat itulah mobil kemudian jatuh ke sungai,” ujar Fatmawati.
Dengan kejadian ini, Fatmawati mengaku sangat kehilangan. Karena ia sudah menggap Hilda sebagai anak kandungnya. Apalagi ia juga sudab lama tidak bertemu dengan Hilda karena jarak yang memisahkan. Meskipun begitu. Fatmawati mengaku kenal dekat dengan Hilda baginya, sosok Hilda merupakan anak yang baik dan ceria.
”Hilda ini cantik dan juga belum menikah,” kata Fatmawati sembari memperlihatkan foto Hilda di handphone miliknya. Untuk itu ia sangat berharap akan proses pencarian yang dilakukan Basarnas, pihak kepolisian, dan relawan kebencanaan membuahkan hasil.
Pencarian Masih Dilakukan
Terpisah,Komandan Regu Basarnas Kota Padang Yudi Riva mengatakan, pihaknya masih fokus melakukan pencarian dengan cara menyisir sungai dan pantai. Tim SAR gabungan menurunkan 4 tim, satu dengan perahu karet basarnas ,1 perahu karet dari BPBD Kota Padang, kemudian patroli polairud, dan penyisirian dalam air menggunakan jaring. Namun, korban belum juga ditemukan.
“Hari ini pencarian melibatkan Tim SAR gabungan terdiri dari TNI- Polri, Basarnas, BPBD Kota Padang, Padang Baywacth, organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP), PMI serta potensi sar lain. Kendala belum ada, pencarian kita lakukan sesuai arah pimpinan. Kalau tim penyelam tim sar gabungan ada sekitar 10 orang,” ujar Yudi.
Kasi Operasional BPBD Kota Padang Sutan Hendra mengatakan pencarian tim SAR gabungan satu komando. Pencarian dilakukan semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Fokus pencarian ke arah laut, kemudian penyisiran di pinggir laut dan di sungai fokus dengan mengunakan jaring yang dibentang di pinggir-pinggir sungai.
”Namun, sampai sekarang masih nihil, kita belum juga menemukan tanda-tanda di mana korban berada, dan kita berusaha semaksimal mungkin. Cuaca hari ini sangat cerah, sehingga tidak ada kendala dalam melakukan pencarian. Semoga saja korban segera bisa ditemukan,” ujarnya. (rgr)





