POLITIKA

Rakernas Golkar, Kader Beri Mandat Khusus Kepada Airlangga Hartarto terkait Capres-Cawapres

0
×

Rakernas Golkar, Kader Beri Mandat Khusus Kepada Airlangga Hartarto terkait Capres-Cawapres

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Partai Golkar tahun 2023 di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (4/6).

 

JAKARTA, METRO–Partai Golkar kembali menggelar rapat kerja nasional (rakernas) Sabtu-Minggu (3-4/6). Hasilnya, partai beringin itu memberikan mandat kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk memutuskan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Airlangga mengatakan, rakernas kali ini dihadiri 38 DPD se-Indonesia dan 10 organisasi Hasta Karya. Hadir pula Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar Akbar Tanjung, Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, dan Dewan Pembina Partai Golkar Jerry Sambuaga.

Dia menyatakan, ada sejumlah keputusan yang ditetapkan dalam rakernas. Pertama, memberikan mandat ketua umum untuk menetapkan nama capres-cawapres dan koalisi yang akan bekerja sama dengan Golkar. Kedua, soal sistem pemilu, semua DPD dan ormas Hasta Karya meminta agar pemilu tetap dilaksanakan secara proporsional terbuka. ’’Karena itu, menugaskan kepada DPP untuk terus berjuang agar sistem proporsional terbuka bisa diputuskan,” terangnya.

Baca Juga  Hadapi Pemilu 2024, Nofrizon Mantap Tinggalkan Demokrat

Berikutnya, lanjut Airlangga, menyangkut ma­salah pencalegan. Menurut dia, selama ini Golkar menetapkan caleg menurut alfabetis. Peserta rakernas meminta agar daftar caleg disusun berdasar nomor urut. ’’Diminta pada waktunya dibuat berdasarkan nomor urut,” ungkapnya. Nomor urut itu berbasis prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).

Selain itu, peserta rakernas mengusulkan tentang keterwakilan pemuda dan perempuan. Airlangga menyebut, anak muda dan kaum perempuan harus diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam Pileg 2024 mendatang. Khu­sus perempuan, harus memenuhi kuota 30 persen.

Selain 30 persen keterwakilan perempuan, para caleg perempuan harus diberi kemudahan dalam kampanye. Dengan de­mikian, mereka bisa bersaing dengan caleg laki-laki. Usulan itu tentu akan menjadi landasan partai dalam menghadapi pileg.

Baca Juga  Logistik Pilkada Ditargetkan Rampung Pertengahan Oktober

Menko Perekonomian itu mengatakan, para ketua DPD dan ketua umum ormas Hasta Karya harus ikut bertanggung jawab dalam pemenangan pileg, pilpres, dan pilkada yang akan digelar pada November 2024 mendatang. ’’Seluruhnya berkewajiban untuk memenangkan Partai Golkar,” tegasnya.

Soal nasib Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Airlangga menegaskan bahwa KIB te­tap berjalan. Pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan PPP dan PAN.

Dia menambahkan, koalisi bisa saja dua, tiga, bahkan empat poros. Yang jelas, Golkar tetap memintanya maju sebagai capres. ’’Golkar dan PAN masih terus berkomunikasi,” ungkapnya. (jpg)