BERITA UTAMA

Survei Simulasi 3 Capres Indikator: Prabowo 38%, Ganjar 34,2%, Anies 18,9%

0
×

Survei Simulasi 3 Capres Indikator: Prabowo 38%, Ganjar 34,2%, Anies 18,9%

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Bakal capres Pemilu 2024, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

 

JAKARTA, METRO–Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Menhan Prabowo Subianto mencapai 38%, disusul Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan eks Gubernur DKI Anies Baswedan.

Survei ini digelar pada 26-30 Mei 2023 terhadap 1.230 responden dipilih me­lalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan scree­ning. Survei dilakukan me­lalui panggilan telepon oleh pe­wawancara yang dilatih.

Pemilihan sampel dila­kukan dengan metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor tele­pon secara acak. Adapun margin of error survei +/- 2,9% dengan tingkat keper­cayaan 95%.

Responden diberi per­tanyaan ‘Jika pemilihan presiden diadakan seka­rang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presi­den di antara nama-nama berikut?’. Hasilnya, Prabo­wo menempati posisi ter­tinggi dengan angka 38%.

Di urutan kedua, ada bakal capres Ganjar Pra­nowo dengan 34,2 per­sen. Sedangkan bakal capres Anies baswedan tertinggal jauh di angka 18,9 persen.

“Jadi trennya tidak be­ru­bah, Mas Anies tren pe­nurunannya belum ber­hen­ti sejak awal 2023, se­mentara Pak Prabowo ke­unggulannya sedikit lebih tinggi tetapi masih kisaran margin of error dengan Ganjar Pranowo,” kata peneliti utama Indikator Burhanuddin Muhtadi da­lam konferensi pers secara virtual, Minggu, (4/6/).

Kemudian, survei In­dikator menyodorkan si­mulasi 3 nama semi terbu­ka dengan mengganti Anies Baswedan menjadi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Hasil­nya, Prabowo tetap unggul 47,6% dan Airlangga be­rada di urutan ketiga de­ngan persentase 3,5%.

Burhanuddin menyebut berdasarkan hasil survei, bila Anies tidak mendapat tiket Pilpres 2024, pen­du­kungnya akan lari ke Pra­bowo. Hal itu, kata Burha­nuddin menjadi kabar baik untuk Prabowo.

“Kalau Anies tidak da­pat kendaraan untuk maju 2024 itu pendukungnya lebih banyak lari ke Pak Pra­bowo, Pak Prabowo lang­sung nambah segini, jadi kalau Anies tidak maju kabar baik banget buat Pak Prabowo,” kata Burha­nud­din.

Berdasarkan demo­gra­fi dan wilayah pemilih, Prabowo unggul di basis pemilih pemula dan usia produktif, Sunda, Madura, Bugis, Melayu, Muslim, petani/nelayan, dan ibu rumah tangga.

Sementara Ganjar Pra­no­wo unggul di kalangan pemilih 22-25 tahun dan tua, Jawa, Batak, dan non-Muslim. Sedangkan Anies Bas­wedan unggul di ka­langan pemilih Betawai dan Minang.

Dalam hal basis partai, Prabowo unggul pada basis Gerindra (75,3 persen), PKB (57,2 persen), Golkar (51,0 persen), dan Perindo (49,6 persen). Sedangkan Ganjar Pranowo unggul pada basis PDIP (65 per­sen), NasDen (52 persen), dan PPP (50,0 persen).

Hal ini cukup unik, lan­taran Anies Baswedan me­rupakan partai yang diu­sung oleh NasDem. Di Nas­Dem sendiri, Anies Bas­wedan mendapat 34,5 per­sen, cukup jauh dari Ganjar Pranowo.

Anies Baswedan ung­gul pada basis PKS (51,9 persen), PAN (50,4 persen), dan Demokrat (40,6 per­sen). Meski tidak unggul, Prabowo Subianto rupanya mendapat angka basis par­tai cukup tinggi di sejumlah partai lainnya.

Seperti di PDIP Pra­bowo mendapat 24,6 per­sen, PKs 27,3 persen, PAN 31,0 persen, Demokrat 31,9 persen, dan PPP 42,5 per­sen. Adapun survei ini menyasar WNI berusia 17 ke atas atau sudah me­nikah dan memiliki telepon, sekitar 83 persen dari po­pulasi nasional. (jpg)