METRO BISNIS

Tiga Tahun Berjalan, GEMA Berkembang Lamban

1
×

Tiga Tahun Berjalan, GEMA Berkembang Lamban

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Gerakan Lima Ribu Membangun (GEMA) Nagari yang telah diluncurkan pada tahun 2016 oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sumbar bersama sejumlah pihak, hingga tahun 2019 ini masih terbilang berjalan lambat.
GEMA Nagari merupakan upaya Dinas Koperasi dan UKM untuk membangun koperasi ditingkat nagari/desa, dalam mewujudkan ekonomi masyarakat pedesaan yang lebih baik.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Zirma Yusri, menjelaskan, konsep GEMA Nagari merupakan suatu gerakan untuk menggugah kepedulian anak nagari baik yang berada di Sumbar maupun yang berada di perantauan. Tujuannya untuk membangun dan berpartisipasi membangun perekonomian masyarakat yang berdomisili di nagari/desa di kampung halamannya.
“Jadi melalui GEMA Nagari itu melalui inisiatif pemerintah, masyarakatnya itu menghimbau masyarakat Minang baik yang ada di daerah  ini maupun di perantauan untuk berkontribusi bagi kampung halaman, dengan cara memberikan donasi kepada koperasi yang dibangun,” kata Zirma, Senin (21/1).
Namun setelah berjalan selama tiga tahun berjalan, Zirma mengaku, sejauh ini untuk perkembangan GEMA Nagari di Sumbar masih terbilang lambat, alasanya masih ada beberapa kendala di lapangan, salah satunya penyediaan tekonologi informasi. Saat upaya untuk keluar dari persoalan itu, Diskop dan UKM Provinsi Sumbar tengah memperabaiki sistem dan mekanisme dalam menjalankan GEMA Nagari tersebut.
“Jadi dalam sistem dan mekanisme GEMA Nagari itu koperasi yang ada di nagari itu membuka rekening bank. Rekening bank itu tujuannya bisa menjadi tempat pengiriman uang yang bisa dibantu oleh masyarakat atau perantau untuk koperasi di nagari itu. Artinya koperasi itu dibangun bersama anak nagari dan perantau,” ujar Zirma.
Persoalan saat ini, masyarakat di nagari/desa terkendal untuk memiliki peralatan tekonologi informasi, seperti laptop sebagai peralatan untuk menjalankan koperasi, tidak mampu dimiliki oleh masyarakat. Untuk itu, Diskop dan UKM Sumbar, tengah merancang supaya ada kreatifitas, dari tidak mampu membeli laptop, bisa menggunakan android.
Menurut Zirma, dengan perkembangan tekonologi seperti andorid, sudah bisa mengganti sedikit banyaknya fungsi dari sebuah laptop. Maka dari itu, Zirma menyatakan perlu adanya perbaikan, dan kepada masyarakat diminta untuk bisa memiliki andorid, sebagai fungsi awal menjalankan koperasi di nagari/desa.
“Android kini itu, bisa melakukan berbagai hal. Jadi akan sangat terbantu menggunakan andorid dalam hal menjalankan koperai di nagari/desa. Sehingga bisa mengetahui kondisi finansial di koperasi yang dibangun, dan mengetahui uang masuk yang dikirim oleh perantau,” ucap Zirma.
Zirma menilai, untuk menjalankan koperasi di nagari/desa itu, karakter dari masyaarakatnya perlu disosialisaikan. Karakter yang dimaksud, bahwa GEMA Nagari hadir untuk membangun ekonomi di pedsaan, yang hadir di masing-masing kampung halaman.
Caranya, masyarakat ataupun perantau dapat meletakan uang ke koperasi yang ada di kampung halamannya. Dengan adanya uang itu, bisa dipainjamkan ke masyarakat untuk berbagai kebutuhan, seperti menjalankan usaha masyarakat di pedesaan. Untuk itu, GEMA Nagari dinilai cara yang ampuh, untuk membangun ekonomi masyarakat di pedesaan.
“Saya melihat GEMA Nagari ini akan menjadi sebuah masa depan yang bagus. Memang kini berjalan lambat, tapi jika perlahan-lahan dilakukan dengan baik, GEMA Nagari akan mempu menjadi harapan ekonomi masyarakat di pedesaan. Artinya, tidak ada yang mubazir GEMA Nagari ini, tapi suatu hal yang sangat bermanfaat,” pungkasnya. (mil)

Baca Juga  7 Alasan Kenapa Harus Beli Face Wash Cetaphil