PADANG, METRO–Belasan sepeda motor milik para guru terbakar di area parkir Sekolah Dasar (SD) Quran Ar Risalah Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (30/5), sekitar pukul 09.00 WIB. Sontak saja, para guru dan siswa dibuat panik lantaran kebakaran itu terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung.
Di tengah kepanikan itu, para guru pun bergegas mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang memang sudah tersedia di sekolah tersebut. Para guru kemudian menyemprotkannya ke belasan sepeda motor yang terbakar, hingga api berhasil dipadamkan.
Mirisnya, kuat dugaan terbakarnya 14 unit sepeda motor milik para guru itu adanya unsur kesengajaan atau dibakar oleh orang tak dikenal. Pasalnya, di lokasi itu ditemukan satu buah tabung gas 3 Kg, satu helai kain warna hijau, satu buah plastik warna hitam dan kotak korek api.
Pascakejadian, petugas dari Polsek Koto Tangah bersama Polresta Padang datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan berbagai barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti terbakarnya belasan sepeda motor tersebut.
Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino mengatakan, pihaknya masih mendalami motif dari peristiwa kebakaran yang terjadi di SD Quran Ar Risalah. Hanya saja, pihaknya belum bias memastikan jika adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa itu atau tidak.
“Kejadian ini berawal saat saksi melihat di lahan parkir sepeda motor terdapat kobaran api yang membakar sepeda motor dan kemudian saksi berteriak minta tolong dan tidak lama setelah itu datang guru-guru SD Islam tersebut untuk memadamkan api dengan APAR,” kata AKP Afrino, Selasa (30/5).
Dijelaskan AKP Afrino, dalam peristiwa kebakaran di pelataran parkir itu, ada 14 motor yang terbakar. Rinciannya enam unit mengalami kerusakan dengan kategori berat dan delapan unit kondisi kerusakan ringan.
“Di lokasi parkir motor, petugas juga menemukan bekas terbakar satu tabung gas ukuran 3 Kg, satu helai kain warna hijau, satu plastik hitam dan satu kotak korek api merek dolar. Kami masih dalami apakah benda-benda itu yang menjadi pemicu terbakarnya belasan sepeda motor,” jelas AKP Afrino.
Menurut AKP Afrino, akibat peristiwa itu, kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Barang bukti yang terdampak kebakaran juga dibawa polisi ke Polsek Koto Tangah untuk proses penyelidikan dan penyidikan.
“Untuk barang bukti selanjutnya dibawa ke Polsek Koto Tangah guna pengusutan lanjut proses penyelidikan lebih lanjut. Kami tidak bisa berspekulasi ada atau tidaknya unsur kesengajaan. Tapi, jika nantinya ada ditemukan unsur kesengajaan, tentu kami akan lakukan penegakan huku,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Quran (SDQu) Ar-Risalah Padang, Marjoni mengatakan, pihaknya tak melaporkan kejadian kebakaran itu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) itu, lantaran peristiwanya berlangsung sangat cepat. Sehingga pihaknya mengambil langkah untuk segera memadamkannya.
“:ejadiannya begitu cepat jadi semuanya panik. Karena kita memiliki APAR di sekolah ini, kami menggunakannya untuk memadamkan api. Untungnya, api berhasil kami padamkan,” katanya kepada wartawan saat dikonfirmasi.
Selain itu, Marjoni mengatakan, saat kejadian, pihak sekolah tengah melangsungkan proses belajar mengajar (PBM). Terkait kejadian itu, pihaknya menyerahkan kepada pihak berwajib untuk mengusut kebakaran ini. “Yang terbakar itu semuanya sepeda motor guru,” tuturnya. (cr2)






