METRO PADANG

5 Juni Kloter I Berangkat ke Tanah Suci, 1.999 CJH Sumbar sudah Lansia, Helmi: Tak Ada Pendamping, Namun Layanan One Stop Service Diberikan

0
×

5 Juni Kloter I Berangkat ke Tanah Suci, 1.999 CJH Sumbar sudah Lansia, Helmi: Tak Ada Pendamping, Namun Layanan One Stop Service Diberikan

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN PERS— Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Helmi memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait kondisi terkini CJH Sumbar yang akan mulai berangkat pada 5 Juni mendatang, di Kanwil Kemenag Sumbar, Kamis (25/5).

 

PADANG, METRO–Sebanyak 4.613 Calon Jemaah Haji (CJH) Sumbar dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Dari jumlah itu sekitar 25 persennya dido­minasi lansia, yakni berjumlah 1.999 jemaah yang sudha ber­umur di atas 65 tahun.

Seluruh CJH dari Provinsi Sumbar akan diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Padang mulai 5 Juni mendatang. Jemaah akan masuk Asrama Haji Parupuk Tabing, 4 Juni 2023.

“Secara keseluruhan di Indonesia itu ada 14 embarkasi haji, salah satunya Em­bar­kasi Padang. Hingga tang­gal 24 Mei kemarin, sudah ada sekitar 6 ribuan je­maah dari 8 embarkasi yang diterbangkan ke Ta­nah Suci,” ungkap Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Ke­menag) Sumbar, Helmi ke­pada wartawan saat jumpa pers di Kanwil Kemenag Sumbar, Kamis (25/5).

Helmi mengatakan, jum­lah jemaah haji Sumbar yang berangkat tahun ini sebanyak 4.613 orang. Paling banyak berasal dari Kota Padang yakni 1.110 orang. Dari total jamaah haji Sumbar itu, sebanyak 1.999 orang adalah lansia yakni berusia 65 tahun ke atas.

Untuk lansia, kata Hel­mi, kebijakan yang diterapkan tahun ini tidak lagi menggunakan pendamping. Setiap jemaah lansia yang berangkat, harus me­ngan­tongi surat istithaah dari petugas kesehatan yang menyatakan jema­aah tersebut sehat dan bisa berangkat sendirian.

Kendati tanpa pendam­ping, kata Helmi, slogan atau tagline haji tahun ini menitikberatkan layanan haji yang ramah lansia. Petugas haji melayani jemaah lansia dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah disiapkan.

Baca Juga  PTM masih Dilarang, Siswa harus Bersabar, PPKM Level IV di Padang Diperpanjang lagi, Satpol PP Sisiri Kafe dan Tempat Hiburan Malam

“Kita tekankan pada petugas untuk betul-betul maksimal melayani jema­ah lansia dengan baik. Kita lakukan layanan one stop service,” ujar Helmi yang juga Ketua Panitia Pe­nye­lenga­raan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Pa­dang.

Sebelumnya, Wakil Pre­siden (Wapres) K.H. Maruf Amin menegaskan bahwa petugas haji Indonesia harus melaksanakan tugasnya secara baik dengan prioritas melayani jemaah, khususnya jemaah lansia yang memerlukan perhatian khusus.

“Karena jemaahnya ba­­nyak yang lansia, maka petugas haji harus bekerja sungguh- sungguh,” tegas Wapres dalam keterangan persnya, Rabu (24/5).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, tugas pelayanan yang diberikan pun mungkin berbeda antara satu jemaah dengan yang lain. Bantuan diberikan secara beragam mulai dari sisi akomodasi, transportasi, kendala bahasa, hingga keterbatasan kekuatan fi­sik jemaah. Dengan demi­kian, para petugas diharapkan dapat memprioritaskan keperluan jemaah selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

“Dan memang mereka melayani, jangan sampai petugas di sana malah nanti mereka berhaji sendiri. Tidak melayani, tapi dia pergi haji menunaikan iba­dah seperti jemaah haji, nah itu jangan sampai pe­tugas haji itu seperti jemaah haji, mestinya melayani jemaah tapi dia mengurusi dirinya sendiri untuk berhaji, nah itu tidak bo­leh,”  imbuh Wapres.

Persiapan Embarkasi-Debarkasi Haji

Helmi menyebut, di Indonesia hanya ada 2 pro­vinsi yang memiliki 2 asrama haji. Pertama Jawa Barat, kedua Sumatra Barat. Untuk proses keberangkatan jemaah haji akan dilakukan di Asrama Haji Embarkasi Padang di Parupuk Tabing. Sedangkan untuk kepulangan akan dipusatkan di Asrama Haji Debarkasi Padangpariaman. “Untuk keberangkatan kita maksimalkan asrama haji di Tabing sedangkan kepulangan di Asrama Haji Padangpariaman,” ujarnya.

Baca Juga  Pemko Padang Lakukan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

Saat ini kata Helmi, pihaknya tengah membenahi sejumlah sarana dan prasarana pendukung yang ada di Asrama Haji Debarkasi Padangpariaman. Hal itu dilakukan karena masih ada waktu hingga menjelang proses kepulangan jemaah yang rencananya dijadwalkan pada bulan Juli 2023 mendatang.

“Yang sedang kita benahi adalah jalan masuk me­nuju asrama haji sepanjang 50 meter. Kalau bisa itu kita aspal agar memudahkan nanti dalam proses penjemputan jemaah,” terangnya.

Terkait daftar tunggu haji, Helmi menjelaskan, bahwa daftar tunggu haji di Sumbar mencapai 24 ta­hun. Untuk memperpendek daftar tunggu tersebut, kata Helmi telah diberlakukan kebijakan sejak 2015 lalu, bahwa mereka yang sudah berangkat haji diperbolehkan berangkat haji lagi kalau sudah melewati 10 tahun. “Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada jemaah lain yang belum pernah berangkat,” ujarnya.

Seperti diketahui, jemaah akan dihadapkan dengan cuaca panas saat berada di Arab Saudi. Pemerintah kata Helmi, su­dah mempersiapkan se­jum­lah langkah-langkah khusus untuk mengatasi dampak cuaca panas, sa­lah satunya dengan menambah fasilitas AC di Arafah, hingga memberikan imbauan agar jamaah menjaga kesehatan dengan cara sering minum air putih.

“Untuk cuaca panas sudah diantisipasi. Di Ara­fah sudah pakai AC, se­be­lum­nya tidak. Kemudian jemaah juga diimbau sering minum, lalu bawa handuk yang selalu dibasahi dan menggunakan masker,” terangnya. (hsb)