METRO BISNIS

390 Jemaah Haji Indonesia Mendarat di Madinah

0
×

390 Jemaah Haji Indonesia Mendarat di Madinah

Sebarkan artikel ini
JEMAAH HAJI--Kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

 

MADINAH–Kelompok terbang (klo­ter) pertama jemaah haji Indonesia mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Sebanyak 390 jemaah asal DKI Jakarta, tiba di Kota Nabawi pada Rabu (24/5) sekitar pukul 06.30 waktu Arab Saudi.

Jemaah kloter satu embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 01) mendarat di Terminal Fast Track. Se­hingga dari pesawat, mereka langsung diantar menuju bus lalu diberangkatkan ke hotel di Madinah. Tidak ada proses imigrasi dan bea cukai karena itu sudah dilakukan di Tanah Air.

Kehadiran perdana jemaah haji Indonesia ini di­sambut Wakil Menteri Haji dan Umrah bidang Ziarah Abdurrahman Bejawi, Du­bes RI di Saudi Abdul Aziz, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, serta Kepala Daker Bandara Har­yanto beserta jajarannya.

Sebagai Koordinator PPIH Arab Saudi, Aziz meminta seluruh petugas mem­barikan layanan terbaik kepada jemaah haji. Apalagi, tahun ini banyak jemaah yang masuk kategori lansia, dan usianya banyak yang di atas 65 tahun.

“Di rombongan ini, ada yang usianya di atas 70-an, ada juga yang 82 tahun. Alhamdulillah terlihat secara fisik kondisi cukup baik dan segar,” ujarnya.

Namun, semua tetap harus waspada. Sebab, cuaca di Saudi sangat pa­nas dibanding di Indonesia. Kondisi ini, kata Aziz, harus dapat diantisipasi para petugas.

“Berikan pelayanan ter­baik agar mereka bisa beribadah dengan baik,” pesan Aziz ke petugas haji.

Aziz mengapresiasi pa­ra petugas yang responsif dalam melayani jemaah, termasuk lansia. Beberapa tampak membantu jemaah hingga memasuki bus.

“Tagline Haji Ramah Lansia betul-betul dilaksanakan. Saya melihat pa­ra petugas sigap dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Saya harap sikap ini dipertahankan sampai akhir operasional,” pesannya.

Kepada jemaah, Aziz berpesan untuk tidak segan meminta bantuan kepada petugas. Apa pun kendala yang dihadapi, jemaah diminta menyampaikan ke petugas agar bisa segera dilayani.

“Silakan semua petugas dimintain bantuan. Kalau perlu dorong kursi ro­da. Petugas harus siap semua memberikan pela­yanan kepada jemaah yang memerlukan perto­longan. Jemaah juga tidak perlu sungkan,” tandas­nya. (hsb/rel)