PADANG, METRO–Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan Dinas P3AP2KB Kota Payakumbuh menggelar Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Penguatan Jejaring Lembaga Layanan Perlindungan Perempuan Kota Payakumbuh, di Aula Dinas P3AP2KB Kota Payakumbuh.
Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Sumbar, Gemala Ranti melalui Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Anak, Rosmadeli, SKM, M Biomed mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan bimtek ini, untuk meningkatkan koordinasi kolaborasi dan sinergisitas kebijakan dan program perlindungan perempuan dengan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten/Kota
“Bimtek juga untuk meningkatkan SDM dan pendampingan terhadap lembaga layanan yang bergerak di bidang perlindungan perempuan,” terangnya, kemarin.
Selain itu, juga untuk advokasi lembaga layanan perlindungan perempuan kabupaten/kota, untuk senantiasa menjadikan isu kekerasan perempuan dan anak menjadi Corss Cutting Issues yang perlu pemecahan masalah secara terpadu.
“Untuk memecahkan masalah ini membutuhkan koordinasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan yang ada, mulai dari pemerintah sampai ke masyarakat,” ungkapnya.
Gemala juga menambahkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini yang ditangani terbanyak terdapat di kabupaten kota. Karena itu, pemerintah pusat meminta pemerintah kabupaten kota agar memiliki UPTD yang bekerjasama lintas sektor untuk pelayanan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak. “Saat ini sudah 9 UPTD yang terbentuk,” ungkap Gemala.
Gemala menambahkan, banyak kasus kekerasan dengan latar belakang dan kondisi berbeda. Dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan DP3AP2KB Sumbar selama ini, diharapkan juga juga dari LKAAM Sumbar, KAN, Bundo Kanduang dengan DP3AP2KB kabupaten/kota juga dapat berperan aktif menurunkan kasus-kasus yang ada.
“Kasus-kasus ini banyak muncul karena nilai-nilai agama, adat dan budaya sudah mulai kurang diamalkan. Melalui Dewan Dakwah juga bisa dilibatkan untuk tanamkan nilai-nilai agama. Pemprov Sumbar dan kabupaten kota sudah mulai gelar kegiatan keagamaan wirid, didikan subuh dan lainnya,” ungkapnya.(fan)






