PADANG, METRO–Wakil Gubernur Sumatra Barat (Wagub Sumbar), Audy Joinaldy, bersama Tim PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) melihat secara langsung progres pengerjaan konstruksi pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin, Senin, (22/5).
Di bawah terik matahari, Audy tetap semangat menempuh perjalanan yang berawal dari Jalan Bypass Kota Padang. Ada 4 titik yang menjadi spot sebagai tempat berhenti peninjauan lokasi. Mega proyek yang sempat terhenti pengerjaannya selama satu tahun itu, kembali dibangun setelah melalui tahapan pembebasan lahan yang cukup rumit.
“Kunjungan ini untuk mengetahui bagaimana tol Sumatera Barat di bangun. Bagaimana pembebasan lahannya, dan pembangunan fisiknya gimana,” ungkap Audy di awal kunjungannya.
Sejauh ini, pembebasan lahan sudah mencapai 95%. Selebihnya ada permasalahan administrasi, konsinyasi dan ada yang masih belum bebas. Saat ini pembangunan fisik konstruksi sudah selesai sekitar 37.9 %.
Audy menjelaskan penambahan pintu keluar tol (exit tol) yang awalnya direncanakan hanya satu, kemudian dijadikan dua exit tol, kata dia. Ini adalah atas permintaan dan juga mempertimbangkan efek ekonomi.
Sepanjang Seksi Padang-Sicincin, tol ini melewati sebanyak 160.022 bidang tanah milik masyarakat, dan sudah selesai masalah pembebasan lahan sebanyak 95%.
“Artinya kita juga mempunyai 160.022 potensi masalah berbeda. Kita sudah selesaikan 150.041 atau 95%. Ada 81 bidang tanah lagi yang belum clear. Jika sudah masuk ke tahap konsiniasi itu kami anggap sudah clear, untuk pembebasan lahan dananya sudah ada di Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di bawah Kementerian Keuangan,” tambah Audy.
Untuk pembangunan jalan tol, tebal pengerasan jalan direncanakan setebal 30 cm. Terdapat satu rest area kiri dan kanan di titik stationing 23. “Jadi aturannya sejauh 20 km itu harus ada rest area. Baik di sisi kiri maupun kanan. Tol ini juga akan memiliki dua exit tol yang direncanakan di Lubuk Alung dan Tarok City Kabupaten Padang Pariaman,” ungkap Project Director PT HKI, Sri Hastuti Hardiningsih.
Pengerjaan konstruksi tol ini melalui perbukitan dan juga lembah bukit. Pengerjaan galian tanahnya akan dimanfaatkan untuk timbunan, sehingga sumber daya alam (SDA) di sekitar dapat termanfaatkan secara optimal.
Di setiap bukit yang dilewati tol ini, lerengnya diperkuat dengan perkerasan beton agar dapat meminimalisir terjadinya bencana longsor. Sedikitnya ada sekitar 1.000 tenaga kerja lebih yang bekerja di sana, dengan didukung 500 alat berat. Pekerjaan konstruksi ini di targetkan rampung pada 2024 nanti.
Turut hadir bersama rombongan itu Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Sumbar, Siti Aisyah, Ketua Pelaksana Lapangan Tol Padang-Sicincin, Syafrizal Ucok, serta beberapa staf Pemprov Sumbar, dan juga staf PT HKI. (cr2/adv)






