TANAHDATAR, METRO–Malang sakijok mato, untuang sapanjang hari, begitulah kira-kira kata yang pantas diungkapkan untuk 15 Kepala Keluarga (KK) korban bencana tanah longsor, di Jorong Mawar, Nagari Lubuak Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Rabu (3/5) lalu.
Tidak hanya merusak beberapa rumah, tanah longsor tersebut juga memakan korban satu balita bernama Fazura Laiqa (19 bulan) buah hati dari Jep Petri (32 tahun) dan Winda Putri Lestari (28 tahun) tertimbun material sedalam 1,5 meter.
Hal itu tentu memberikan kesedihan dan trauma yang mendalam bagi warga Jorong Mawar, Nagari Lubuak Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara dan sekitarnya.
Kesedihan itu pun turut dirasakan Bupati Eka Putra, SE. MM. dengan mendatangi warganya yang tertimpa musibah tanah longsor secara langsung, Minggu (21/5).
Kedatangan Bupati Eka Putra, tidak hanya untuk memberikan dukungan ke masyarakat agar kuat menerima ujian tersebut, tetapi juga menyalurkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanah Datar.
Selanjutnya, Bupati Eka Putra mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya atas kejadian tanah longsor, mengakibatkan kerugian materi maupun non materi yang menimpa sebagian masyarakat di Jorong Mawar.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan duka cita bagi masyarakat yang tertimpa bencana tanah longsor, ini adalah ujian dari Maha Kuasa, mudah-mudahan ada hikmah dari kejadian ini,” ujar Bupati.
Ia berpesan kepada keluarga almarhumah Fazura Laiqa untuk tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan, “Iklaskan semua yang terjadi. Insya Allah, ananda adalah tabungan amal bagi kedua orangtuanya di akhirat kelak,” ujarnya.
Bupati menambahkan, pemulihan trauma bagi keluarga almarhumah Fazura Laiqa pasca tanah longsor, pemerintah daerah akan memfasilitasinya. “Bencana tanah longsor dengan menelan korban jiwa akan membekas bagi keluarga yang ditinggalkan. Maka dari itu, pemulihan trauma pasca kejadian ini, akan disediakan pemerintah daerah,” ujarnya. (ant)






