POLITIKA

Cegah Isu Agama-Etnis Dicampurkan ke Politik, KPU Gandeng Majelis Tinggi Agama

1
×

Cegah Isu Agama-Etnis Dicampurkan ke Politik, KPU Gandeng Majelis Tinggi Agama

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— KPU menggandeng Majelis Tinggi Agama (MTA) menjelang Pemilu 2024. KPU berharap MTA bisa membantu mencegah isu agama dicampurkan dengan politik menjelang Pemilu.

 

JAKARTA, METRO–KPU menggandeng Ma­jelis Tinggi Agama (MTA) menjelang Pemilu 2024. KPU berharap MTA bisa membantu mencegah isu agama dicampurkan de­ngan politik menjelang Pemilu.

“Yang ber­bahaya itu adalah ke­mu­dian isu aga­­ma campur dengan isu etnis, cam­pur dengan isu politik,” kata Ketua KPU RI Ha­syim Asyari di Kan­tor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (19/5).

“Sehingga ini penting diterjemahkan bersama-sama para pimpinan Majelis Tinggi Agama kepada para jemaahnya bahwa Pemilu tidak boleh baperan istilah anak mudanya,” imbuhnya.

MTA yang diwakili oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan apa yang dilakukan KPU merupakan hal baru. Dia berharap sentimen keagamaan tidak dilibatkan terlalu jauh dalam Pemilu.

Baca Juga  Pastikan Pemilik Hak Suara Terdata, Bawaslu Minta Parpol Ikut Awasi Penusunan DPT

“Ini sebuah tradisi baru yang akan kita lakukan, kerjasama Majelis Tinggi Agama dengan KPU. Dan ini saya kira belum pernah dilakukan sebelumnya ya, bagaimana supaya emosi keagamaan itu kita tidak libatkan terlalu jauh di da­lam rangka memperjuangkan suatu kepentingan jang­­ka pendek,” ujar Nasaruddin.

Dia mengajak semua peserta Pemilu melakukan kampanye Pemilu 2024 se­wajar­nya. Dia mengatakan hal itu penting untuk menjaga persaudaraan di tengah masyarakat.

“Jadi tidak mungkin kita melarang mutlak tidak boleh menggunakan bahasa agama dalam misalnya berkampanye seperti ada prinsip dasar yang kita harus pegang ber­sa­ma bah­wa, kita ini seperti yang di­sam­­­paikan ketua KPU, kita ini satu bangsa ti­dak boleh men­­cabik-ca­bik per­sau­­daraan kita seba­gai se­bang­sa de­­ngan menggu­na­kan po­li­tisasi agama seperti itu,” ungkap dia.

Baca Juga  PKB Sawahlunto Usung Deri Asta di Pilkada 2024

Nasaruddin mengatakan isu politik identitas akan mereda seiring dengan kematangan masya­ra­kat dalam hal agama. Dia me­ngajak semua pihak be­kerja sama menciptakan demokrasi yang sehat.

“Insyaallah kalau saya bayangkan ya itu nanti akan mereda. Kan kematangan beragama kematangan berpolitik masya­ra­kat Indonesia semakin bagus ya,” ujar Nasaruddin. (*)