METRO PADANG

Rumah Singgah Bung Karno bakal Dibangun

0
×

Rumah Singgah Bung Karno bakal Dibangun

Sebarkan artikel ini
rumah soekarno kembali dibangun 750x422 1
DIBANGUN KEMBALI— Spanduk terpampang di pagar seng bangunan bertuliskan, “Insya Allah disini akan dibangun kembali replika Rumah Singgah Ir. Soekarno tahun 1942 di Kota Padang, di Jalan Ahmad Yani, Kamis (18/5) sore,

 

A.YANI, METRO–Rumah Singgah Soe­karno yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, kembali dibangun. Bangunan berstatus cagar budaya itu kembali di­bangun usai menuai pole­mik dan sorotan tajam pu­blik karena dihancurkan beberapa waktu lalu.

Dalam spanduk itu juga diperlihatkan kondisi ba­ngu­nan cagar budaya itu se­belum dirobohkan. “In­sya Allah disini akan di­bangun kembali replika Rumah Singgah Ir. Soe­karno tahun 1942 di Kota Padang,” begitu bunyi span­duk yang terpampang di pagar seng bangunan itu, Kamis (18/5) sore.

Kepala Dinas Pen­di­dikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova mengatakan, bangunan baru dan ber­sejarah itu akan dilengkapi dengan narasi perjuangan Bung Karno selama berada di tempat persinggahan ter­sebut.

Baca Juga  Gedung Balaikota Lama bakal Dipercantik

“Pemiliknya sudah ber­sedia membangun kem­bali, kami juga ingin cagar budaya itu tetap ada,” kata Yopi, kemarin

Pembiayaan rumah sing­­gah Bung Karno itu, katanya, dibebankan ke­pada pemilik rumah ter­sebut. “Itu dijadikan cagar budaya, sejarah Soekarno-nya akan kami munculkan lagi di sana,” imbuhnya.

Sebagaimana dike­ta­hui, bangunan tersebut merupakan rumah yang pernah menjadi tempat tinggal sementara atau rumah singgah Presiden RI pertama, Soekarno alias Bung Karno.

Selama bermukim di rumah keluarga Dr Wa­wo­runtu tersebut, Soe­karno menggunakan waktunya untuk menghimpun kekua­tan melawan penjajah.

Baca Juga  HUT Pramuka ke-59, Zulhardi Z Latif Terima Penghargaan

Saat dijadikan rumah singgah oleh Bung Karno, Pemerintahan Belanda ta­kut presiden pertama RI itu dimanfaatkan oleh Je­pang yang akan mendarat di Indonesia. Karena ala­san tersebut, Soekarno hen­dak dibuang ke luar ne­geri.

Namun, saat akan be­rang­kat, kapal yang akan memberangkatkan Bung Karno rusak. Pada akhirnya pemerintah Belanda me­minta Presiden Soekarno menuju ke Padang dengan mengendarai gerobak sa­pi. (cr2)