METRO PADANG

Jalan-jalan di Ratulangi, Pelaku Pemukulan Anggota KPP Dicokok

0
×

Jalan-jalan di Ratulangi, Pelaku Pemukulan Anggota KPP Dicokok

Sebarkan artikel ini
DITANGKAP— Pelaku pemukulan terhadap pengurus KPP Padang, berinisial ID (tengah) ditangkap aparat kepolisian. Pelaku ditangkap saat tengah jalan-jalan di kawasan Jalan Ratulangi.

 

PASAR RAYA, METRO–Pelaku pemukulan ter­hadap pengurus Komu­nitas Pedagang Pasarraya (KPP) Padang, Irsal Ma­wardi Sutan Pangeran, ber­hasil ditangkap aparat po­lisi. Diketahui pelaku ada­lah pria berusia 50 tahun berinisial ID.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy An­drian­syah Putra didam­pingi Kasi Humas Polresta Padang Ipda Yanti Delfina mengatakan, pelaku inisial ID (50) merupakan ketua dari Keluarga Besar Peda­gang Kaki Lima (KBPKL).

“ID diduga telah mela­kukan penganiayaan (pemukulan, red) terhadap seorang pengurus KPP Pa­dang, Irsal Mawardi Sutan Pangeran. Alasannya me­la­kukan aksi tersebut belum bisa diberitahu karena ma­sih pemeriksaan. Yang jelas pe­laku sudah kita tangkap,” ujar Kompol Dedy,­ Jumat (19/5).

Dijelaskannya lagi, pelaku ID (50) ditangkap oleh jajaran Jatanras Satres­krim Polresta Padang pada Kamis (18/5) di kawasan Ratulangi saat sedang berjalan-jalan.

“Pelaku ID langsung kami tangkap dan kami bawa untuk dilakukan pemeriksaan dugaan penganiayaan tersebut. Untuk informasi lanjut, nanti kita sampaikan lagi,” ungkap Kompol Dedy.

Sementara itu, Ketua KPP Raya Padang, Asril Manan menyebut tindakan pemukulan atau penganiayaan yang dialami oleh salah satu anggotanya buntut dari konflik yang diciptakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Asril menuding Pemko Padang tidak berdaya me­nyelesaikan persoalan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kian tidak ada aturan, meski regulasi bagi PKL sendiri sudah dikeluarkan beberapa kali.

Baca Juga  Gubernur Hadiri Wisuda ke-14 STKIP Adzkia, Ilmu dan Karakter harus Sejalan dalam Dunia Pendidikan

“Ini buntut dari sekelumit persoalan yang terjadi, kami sudah lama meminta ini diselesaikan, namun faktanya malah sebaliknya,” kata Asri.

Asril mengatakan bahwa kondisi Pasar Raya Padang sudah amburadul dan tidak layak lagi disebut sebagai pasar di tengah ibu kota. “Tidak ada pasar yang sekacau Pasar Raya Padang. Selama ini kami selalu menempuh cara yang baik, diam, tapi apa yang kami terima justru salah seorang pengurus kami menjadi korban pemukulan, ini buntut dari konflik itu tadi,” katanya.

Asril mengutuk dengan keras aksi pemukulan atau penganiayaan yang dialami Irsal Mawardi Sutan Pangeran pada Rabu (17/5) siang tersebut.

“Jelas kami mengecam dengan sangat sangat ke­ras tindakan ini. Maka oleh karena itu, saya meminta polisi mengusut tuntas kasus ini dan menangkap siapapun pelakunya tanpa pandang bulu,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Padang, Syahendri Barkah enggan menanggapi tudingan yang dialamatkan kepada pihaknya dan Pemko Padang. Pria yang akrab disapa Adek itu mengaku lebih memilih fokus dalam pembangunan Pa­sar Raya Fase VII.

“Jika yang diributkan (KPP) adalah PKL, maka Pasar Raya Fase VII adalah jawabannya, nanti juga semuanya akan direlokasi ke sana kok, jadi tunggu saja,” katanya.

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu Kursi Roda Anak Penjual Roti yang Idap Cerebral Palsy di Padang

Syahendri Barkah me­nga­takan, pihaknya menampung seluruh aspirasi dan ke­luhan dari seluruh unsur pe­dagang, baik dari KPP maupun Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL).

Meski menyiapkan solusi, pihaknya membutuhkan waktu untuk merelokasi PKL secara perlahan. “Kami sudah menyiapkan formula atau solusi terkait (kebera­daan PKL) itu,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak­nya sudah menyiapkan dua lokasi bagi PKL yang akan direlokasi secara bertahap dalam waktu dekat, termasuk kios pedagang yang terbakar pada Rabu (17/5) pagi. Seperti di Kompleks Ruang Terbuka Hijau (RTH), nantinya para PKL juga ditempatkan di sebelah Kantor Badan Pen­dapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang atau terminal angkutan kota (angkot).

“Untuk (RTH) Imam Bonjol, kami sudah berkoordinasi dengan Dandim 0312/Padang, beliau bersedia dan menyetujui,” imbuhnya.

Diketahui, pengurus KPP Padang, Irsal Mawardi Sutan Pangeran diduga dihajar oleh oknum pengurus Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL). Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (17/5) siang.

Irsal mengaku juga sem­pat didorong oleh anggota dari pengurus KBPKL sebelum ditonjok. Akibatnya wajah Irsal mengalami memar dan kepalanya pusing usai ditonjok. Keluarga yang merasa tak se­nang kemudian melaporkan peristiwa yang diala­mi­nya ke Polresta Padang.

Laporan polisi itu tertuang di dalam nomor LP/B/325/V/2023/SPKT/Polresta Padang/ Polda Sumbar tang­gal 17 Mei 2023. (cr2)