METRO SUMBAR

Jaringan Kabel Bawah Tanah Banyak Dicuri, Kerugian UPTD PJU Capai Rp245 Juta

0
×

Jaringan Kabel Bawah Tanah Banyak Dicuri, Kerugian UPTD PJU Capai Rp245 Juta

Sebarkan artikel ini
PIMPIN RAPAT— Kepala UPTD PJU Dishub Kota Padang Chandra, didampingi KTU Rizal Falepi memimpin rapat briefing pagi sebelum turun ke lapangan.

 

PADANG, METRO–Sebagai pusat ibu Kota Provinsi Sumbar, Kota Pa­dang harus memiliki pe­nerangan jalan umum (PJU) yang maksimal. Terangbenderangnya Kota Pa­dang tergantung jelinya personel UPTD PJU dalam hal pemeliharaan dan pe­ngwasan. Dan itupun su­dah dilakukan pihak UPTD PJU Dishub Kota Padang.  Namun sayang, masih ada tangan tangan jahil yang mencari keutungan sesaat. Padahal penerangan ini sangat penting bagi Ibu Kota Provinsi Sumbar. Akibat perbuatan tersebut banyak PJU yang tak berjalan normal, belum lagi kerusakan lain yang ditemukan di lapangan. Namun bagi UPTD PJU tidak berputusa asa, mereka tetap saja melakukan hal terbaik bagi Kota Padang.

Kepala Dinas Perhu­bungan Padang, Yudi Indra Syani, S,SiT, MT, didampingi Kepala UPTD PJU Dishub Padang Chandra dan KTU Rizal Falepi kepada POSMETRO mengaku, bahwa untuk mengantisipasi aksi pencurian kabel bawah ta­nah agar penerangan te­tap lancar, pihaknya terpaksa mengambil jaringan udara. Ini terpaksa kita lakukan.

Untuk saat ini saja, akibat pencurian jaringan ba­wah tanah di kawasan Bypass Lubuk Minturun sekitar hingga kasawan Fly Over (batas Kota Padang), Pemko Padang mengalami kerugian sekitar Rp245 juta. Dan itu sudah kita laporkan kepada pihak yang berwajib,” ujar Yudi Indra Syani.

Dikatakan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang melalui UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) melakukan kegiatan perbaikan, pemeliharaan serta penggantian lampu konfensional ke LED secara berkala. Perbaikan dan pemeliharaan ini dilakukan secara rutin dan hampir setiap hari untuk menjaga agar lampu da­pat berfungsi dengan baik dan optimal.

Saat ini jumlah lampu penerangan jalan seba­nyak 42.000 titik, dengan kebutuhan 30 sampai 40 set lampu per hari untuk penanganan laporan dari ma­syarakat. “Kegiatan ini kita lakukan agar pengguna jalan dan kawasan permukiman khususnya di ma­lam hari bisa lebih nyaman dan aman serta dapat me­ngurangi tindakan kriminal dan kecelakaan lalu lintas Dan untuk beberapa kawasan telah disediakan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) yang dapat dipergunakan oleh para pedagang yang memerlukan energi listrik.

Saat ini UPT Penera­ngan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kota Pa­dang melakukan pe­masa­ngan dan penggantian lampu LED di 14 titik di sepanjang jalan Bypass. Hal itu dilakukan Dishub Padang guna menindaklanjuti lampu PJU yang mati total di sepanjang Jalan Bypass sekitar. “Untuk kawasan fly over bukan kewenangan Kota Padang, itu termasuk kewenangan Pem­kab Pa­dang­pariaman, ” jelas Yudi.

Ditambahkan Kepala UPTD PJU Chandra di­dam­pingi KTU Rizal Falepi bahwa  pemasangan lampu LED itu dimulai dari jalan Bypass Simpang Lubuk Minturun arah Jembatan Pulai. “Kemudian dilanjutkan dengan perbaikan lampu PJU pada Bypass Lubuk Minturun menuju Batas Kota Kayu Kalek,” ujar Chandra.

Chandra menambahkan bahwa perbaikan lampu PJU akan terus dilakukan secara bertahap. Terutama terangnya, penuntasan kerusakan jaringan bawah tanah sepanjang jalan Bypass yang rusak masuk wilayah Kota Pa­dang.

Untuk tugas personel sendiri yang berjumlah 15 orang, sudah berjalan mak­simal. Dengan luas­nya Kota Padang, mereka melakukan patroli yang didukung dua unit mobil kren dua unit dan tiga mobil tangga. Baik siang, walaupun malam hingga pu­kul 23.00 WIB mereka siap menerima laporan ma­syarakat. Setiap melakukan aktivitas, per jam personel lapangan tadi melaporkannya kepada kami untuk diteruskan kepada pimpinan. Namun sebelum menjalankan aktivitas, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dilakukan briefing yang di­pimpin Kepala PJU atau KTU. Jadi ke lapangan untuk melakukan pengawa­san, mereka benar benar menjalankannya de­ngan maksiml demi pe­nerangan Kota Padang. Apalagi pada Juni 2023 ini, Kota Padang akan jadi pusat bagi para petani dan nelayan se Indonesia meng­gelar pertemuan. Bah­kan diperkirakan jumlah mereka yang datang sekitar 40 ribu orang. “Pada prinsipnya PJU su­dah siap dan mendukung alek besar pertemuan p­e­tani dan nelayan se Indonesia tersebut,” tandas Chandra. (ped)