PADANG, METRO–Sebagai pusat ibu Kota Provinsi Sumbar, Kota Padang harus memiliki penerangan jalan umum (PJU) yang maksimal. Terangbenderangnya Kota Padang tergantung jelinya personel UPTD PJU dalam hal pemeliharaan dan pengwasan. Dan itupun sudah dilakukan pihak UPTD PJU Dishub Kota Padang. Namun sayang, masih ada tangan tangan jahil yang mencari keutungan sesaat. Padahal penerangan ini sangat penting bagi Ibu Kota Provinsi Sumbar. Akibat perbuatan tersebut banyak PJU yang tak berjalan normal, belum lagi kerusakan lain yang ditemukan di lapangan. Namun bagi UPTD PJU tidak berputusa asa, mereka tetap saja melakukan hal terbaik bagi Kota Padang.
Kepala Dinas Perhubungan Padang, Yudi Indra Syani, S,SiT, MT, didampingi Kepala UPTD PJU Dishub Padang Chandra dan KTU Rizal Falepi kepada POSMETRO mengaku, bahwa untuk mengantisipasi aksi pencurian kabel bawah tanah agar penerangan tetap lancar, pihaknya terpaksa mengambil jaringan udara. Ini terpaksa kita lakukan.
Untuk saat ini saja, akibat pencurian jaringan bawah tanah di kawasan Bypass Lubuk Minturun sekitar hingga kasawan Fly Over (batas Kota Padang), Pemko Padang mengalami kerugian sekitar Rp245 juta. Dan itu sudah kita laporkan kepada pihak yang berwajib,” ujar Yudi Indra Syani.
Dikatakan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang melalui UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) melakukan kegiatan perbaikan, pemeliharaan serta penggantian lampu konfensional ke LED secara berkala. Perbaikan dan pemeliharaan ini dilakukan secara rutin dan hampir setiap hari untuk menjaga agar lampu dapat berfungsi dengan baik dan optimal.
Saat ini jumlah lampu penerangan jalan sebanyak 42.000 titik, dengan kebutuhan 30 sampai 40 set lampu per hari untuk penanganan laporan dari masyarakat. “Kegiatan ini kita lakukan agar pengguna jalan dan kawasan permukiman khususnya di malam hari bisa lebih nyaman dan aman serta dapat mengurangi tindakan kriminal dan kecelakaan lalu lintas Dan untuk beberapa kawasan telah disediakan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) yang dapat dipergunakan oleh para pedagang yang memerlukan energi listrik.
Saat ini UPT Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kota Padang melakukan pemasangan dan penggantian lampu LED di 14 titik di sepanjang jalan Bypass. Hal itu dilakukan Dishub Padang guna menindaklanjuti lampu PJU yang mati total di sepanjang Jalan Bypass sekitar. “Untuk kawasan fly over bukan kewenangan Kota Padang, itu termasuk kewenangan Pemkab Padangpariaman, ” jelas Yudi.
Ditambahkan Kepala UPTD PJU Chandra didampingi KTU Rizal Falepi bahwa pemasangan lampu LED itu dimulai dari jalan Bypass Simpang Lubuk Minturun arah Jembatan Pulai. “Kemudian dilanjutkan dengan perbaikan lampu PJU pada Bypass Lubuk Minturun menuju Batas Kota Kayu Kalek,” ujar Chandra.
Chandra menambahkan bahwa perbaikan lampu PJU akan terus dilakukan secara bertahap. Terutama terangnya, penuntasan kerusakan jaringan bawah tanah sepanjang jalan Bypass yang rusak masuk wilayah Kota Padang.
Untuk tugas personel sendiri yang berjumlah 15 orang, sudah berjalan maksimal. Dengan luasnya Kota Padang, mereka melakukan patroli yang didukung dua unit mobil kren dua unit dan tiga mobil tangga. Baik siang, walaupun malam hingga pukul 23.00 WIB mereka siap menerima laporan masyarakat. Setiap melakukan aktivitas, per jam personel lapangan tadi melaporkannya kepada kami untuk diteruskan kepada pimpinan. Namun sebelum menjalankan aktivitas, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dilakukan briefing yang dipimpin Kepala PJU atau KTU. Jadi ke lapangan untuk melakukan pengawasan, mereka benar benar menjalankannya dengan maksiml demi penerangan Kota Padang. Apalagi pada Juni 2023 ini, Kota Padang akan jadi pusat bagi para petani dan nelayan se Indonesia menggelar pertemuan. Bahkan diperkirakan jumlah mereka yang datang sekitar 40 ribu orang. “Pada prinsipnya PJU sudah siap dan mendukung alek besar pertemuan petani dan nelayan se Indonesia tersebut,” tandas Chandra. (ped)






