BERITA UTAMA

Berkat Laporan Andre Rosiade, Tambang Emas Ilegal di Pasbar Digerebek Tim Mabes Polri, Ekskavator dan 29 Pondok Pekerja Disegel, Pemodal, Bekingan hingga Penyuplai BBM Diburu

0
×

Berkat Laporan Andre Rosiade, Tambang Emas Ilegal di Pasbar Digerebek Tim Mabes Polri, Ekskavator dan 29 Pondok Pekerja Disegel, Pemodal, Bekingan hingga Penyuplai BBM Diburu

Sebarkan artikel ini
TAMBANG ILEGAL— Tim gabungan bersama Bareskrim Mabes Polri saat menggeberek tambang emas ilegal di Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.

 

PASBAR, METRO–Tim Bareskrim Polri bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar dan Polres Pasaman Barat (Pasbar) menggerebek tambang emas ilegal yang sangat jauh dari permukiman di Jorong

Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Ka­bupaten Pasaman Barat, Sabtu (13/5).

Turunnya tim dari Ma­bes Polri menggerebek tambang emas ilegal yang meresahkan masyarakat Pasbar dan merusak ling­kungan tersebut, ternyata berkat adanya laporan dari Anggota DPR RI asal Su­matra Barat (Sumbar) An­dre Rosiade.

Tim yang dipimpin Ka­subdit II Dittipidter Bares­krim Mabes Polri Kombes Pol Mohammad Irhamni bergerak dari Simpang Empat Pasbar sekitar pukul 09.00 WIB menuju lokasi. Sekitar enam jam, tepatnya pukul 15.00 WIB, puluhan personel Polri itu sampai di lokasi.

Sayang, kedatangan tim diduga bocor atau telah diketahui para pelaku tam­bang ilegal ini. Tak ada satu pun manusia yang dite­mukan di lokasi. Saat tim tiba di lokasi, yang dite­mu­kan hanyalah lokasi akti­vitas penambangan yang baru ditinggalkan pelaku.

Bahkan, dari sisa-sisa pasir tambang yang dicek aparat, masih ditemukan butiran emas yang dibiar­kan pelaku yang kabur. Setidaknya, ditemukan se­kitar 29 pondok kayu yang digunakan untuk pe­nam­bang liar bekerja atau be­ristirahat.

Selain itu, tim gabungan juga menemukan sisa ba­han bakar minyak (BBM) jenis Solar yang digunakan pelaku penambangan emas ilegal di kawasan itu untuk mengoperasikan alat berat. Sejumlah alat berat yang dipergunakan untuk menambang emas juga disegel petugas.

“Ke lokasi sekitar enam jam perjalanan darat, dari naik motor, jalan kaki dan melintasi aliran sungai. Medannya sangat ekstrem dan berbahaya,” kata Kom­bes Pol Irhamni, Sabtu malam (13/5).

Kombes Pol Irhamni mengatakan, tim turun ke lapangan pascainformasi yang disampaikan Andre Rosiade kepada Kapolda Sumbar dan juga kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Kita turun berda­sar­kan informasi pak Andre Rosiade ke Kapolri. Kami turun baik dari Mabes, Polda Sumbar, Polres Pas­bar sampai Polsek Tala­mau. Dengan rute yang sangat susah, kawasan hutan lindung, ditemukan 29 pondok dan tempat-tempat pekerja sama me­sin-mesin. Semua sudah disita,” katanya.

Sayangnya, kata Kom­bes Pol Irhamni, para pe­kerja sudah tidak ada di lokasi atau sudah kabur. Sepertinya, para pemilik atau pelaku sudah memiliki sistem yang sistematis. Membangun pintu pantau yang bisa mendeteksi ada­nya orang yang datang selain mereka. Dibangun beberapa unit di pintu-pintu masuk.

“Mungkin dari jauh ke­lihatan saat kita datang dan mereka kabur. Posisi lokasi di atas gunung di arah aliran sungai, pintu masuk ter­batas. Mereka sudah kabur. Tidak ada pelaku yang dia­mankan. Kami pas­tikan, lokasi baru diting­galkan dan mereka tahu dari pos pan­tau orang. Jalur masuk juga tidak ba­nyak,” katanya.

Meski tak menangkap sa­tu orang pun, kata Ir­ham­ni, Polri tetap menin­dak­lanjuti masalah tam­bang ilegal. Apalagi, dari hasil peng­gerebekan, mem­buk­tikan ada tambang emas ilegal di sana. Sehingga, tim akan terus mengejar pelaku tambang sampai penyuplai BBM.

“Kami dari Mabes Polri bersama Polda dan Polres-Polres di Sumbar akan terus bergerak mencari pelaku. Juga akan terus dilakukan penertiban untuk memastikan tidak ada lagi tambang-tambang yang meresahkan dan merusak alam. Ini adalah perintah Kapolri dan Kapolda Sum­bar,” tegasnya.

Sementara itu, Kapol­res Pasbar, AKBP Agung Basuki menegaskan pi­haknya berkomitmen un­tuk memberantas tam­bang emas illegal yang ada di Pasbar. Ia menyebutkan pihaknya sudah menda­tangi semua lokasi yang diduga menjadi lokasi tam­b­ang emas ilegal itu.

”Terima kasih kepada Dittipidter Bareskrim Ma­bes Polri dan Polda Sum­bar yang telah membe­rikan dukungan kepada Polres Pasbar dan hal ini juga menjadi komitmen kami bahwa selama kami menjabat di Pasbar, tidak ada lagi tambang emas ilegal di wilayah Pasbar,” tegasnya.

Ia menjelaskan komit­men itu dibuktikan dengan turunnya tim gabungan yang juga terdiri dari Dinas ESDM Provinsi Sumbar, Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, dan dinas terkait lainnya guna men­jawab keluhan masyarakat mengenai adanya aktifitas penambangan emas tanpa izin.

Terpisah, Andre Ro­siade mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jen­deral Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono yang telah mengatensi informasi yang diberikannya beberapa waktu lalu. Bahkan, lang­sung meminta Bareskrim dan Polda Sumbar turun ke lokasi.

“Alhamdulillah, terima kasih pak Kapolri dan Ka­polda. Sudah turunkan tim gabungan ke lokasi. Meski hari ini belum ada yang tertangkap, kami yakin para pelaku akan terus diburu,” kata Andre Rosiade.

Sebelumnya, Andre Ro­siade kembali meminta Ka­polri dan Kapolda Sumbar mengatensi dan langsung memberantas aktivitas tam­bang emas ilegal di Pasaman Barat. Teranyar, tambang kembali dite­mu­kan marak di Kecamatan Talamau, Pasbar. Tambang menggunakan alat berat berupa ekskavator dan sejenisnya.

“Kami kembali men­dapatkan banyak laporan terkait aktivitas tambang ilegal yang memba­haya­kan masyarakat dan meru­sak lingkungan. Semakin hari laporan semakin ba­nyak ke kami. Artinya, apa­pat yang ada di sana, mulai dari Kapolsek dan Kapolres belum menindaklanjutinya. Karena itu hari ini kami menghubungi Kapolda Sum­bar Irjen Pol Suharyono,” kata Andre Rosiade, Senin (8/5). (end)