METRO SUMBAR

Rakor 1 Forkapos Kec. IV Angkek Kab. Agam Siap Menjadi Posyandu Percontohan Nasional

0
×

Rakor 1 Forkapos Kec. IV Angkek Kab. Agam Siap Menjadi Posyandu Percontohan Nasional

Sebarkan artikel ini

Upaya Forkapos (Forum Kader Posyandu) Kec. IV Angkek, Kabupaten Agam untuk meningkatkan Posyandu yang modern dan siap menjadi Posyandu Percontohan baik ditingkat regional maupun ditingkat nasional di dukung sepenuhnya oleh Kementerian Desa PTT RI.
Rabu (16/1) kemarin, rapat kerja (Raker) pertama Forum Kader Posyandu dilakukan di Hotel Rocky Bukittinggi dan dihadiri 244 orang kader dari 6 posyandu di Kecamatan IV Angkek, Kab Agam.
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PMD Provinsi Sumatera Barat Syafrizal, Staf Khusus Menteri Desa PDTT RI yang juga Ketua Bumdes Indonesia Febby Dt.Bangso, Bundo Kanduang, Wali Nagari dan Bamus Kec. IV angkek. Semua pihak siap mendukung kegiatan Raker pertama Forkapos sehingga menjadi salah satu contoh hingga ke tingkat Nasional.
Ketua ketua Forkapos Kecamatan IV Angkek. Kab Agam, Erita Ariyani S.Pd mengatakan , Forum Kader Posyandu ini merupakan salah satu wadah untuk mempererat silaturahmi setiap Posyandu yang ada di Kecamatan IV Angkek.
“Kegiatan Forum Kader Posyandu ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara kader kader. Ada sabanyak 244 kader dari 6 posyandu yang ada di Kec . IV Angkek.”Kata ketua Forkapos
Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Staf Ahli Kementerian Desa RI. Febby Dt. Bangso yang telah membantu dan mendukung setiap kegiatan Forkapos, khususnya dalam upaya pengembangkan Kader Posyandu.
Dia juga berharap kepada kader kader untuk ikut serta memberikan dukungan dan membangun semangat masyarakat agar peduli dengan lingkungan.
“Kegiatan Forum Kader Posyandu nantinya, akan mendata kesehatan anak anak yang kurang gizi, membuat pola hidup sehat buat ibu ibu hamil dan olahraga bersama di Kec.IV Angkek”, katanya.
Ditambahkannya, Forkapos ingin menambah wawasan dan pengembangan kemampuan para kader Posyandu yang ada dengan berbagai kegiatan pelatihan, seminar, whorksop dan berbagai lomba.
Forkapos ini menjadi sarana komunikasi, silaturahmi dan aktualisasi diri, sebab kader Posyandu adalah pilar utama pembangunan ma¬syarakat sehat.
“Kita ingin meminimalisir kasus stunting di Sumbar. Forkapos Ampek Angkek berharap dapat disinergikan dengan program Kemendes PDTT, dan ingin menjadi posyandu percontohan, serta berbasis online. Kita berterimakasih kepada Kemendes PDTT yang telah memfasilitasi Raker I Forkapos Ampek Angkek ini,”ungkap Erita.
Forkapos Ampek Angkek juga mendapat bantuan dari Kepala Dinas PMN Agam, Kepala Dinas Kesehatan Agam, Ketua TP-PKK dan pemerhati Forkapos.Saat ini Forkapos Ampek Angkek juga telah menjalankan kotak peduli Forkapos.
Sementara itu, Staf Khusus Kemendes PDTT H.Febby Dt.Bangso dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa dana desa yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bertujuan untuk percepatan pembangunan di daerah.
Tak hanya untuk kegiatan fisik, akan tapi juga dapat diarahkan pada pengembangan ekonomi masya-rakat, peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya melalui Posyandu.
Kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Kader Pembangunan Manusia di Sumbar tahun 2019, sekaligus Raker I Forum Kader Posyandu Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam itu diharapkan menjadi penguatan bagi kader dalam pembangunan manusia yang berkualitas.
“Raker kader posyandu yang diadakan ini diharapkan lebih meningkatkan kerjasama antar lembaga. Sehingga peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat terlaksana secara maksimal. Selain dana desa, bisa juga menggunakan CSR dari BUMN dan pendanaan lainnya,” ucapnya.
Katanya, Febby saat ini persoalan stunting atau bayi tumbuh pendek perlu mendapatkan perhatian bersama. Untuk itu perlu langkah pencegahan dilakukan, sebab di salah satu daerah di Sumbar angka stuntingnya berada diatas rata-rata nasional atau diatas 30,08 persen.
Ia menambahkan, stunting ini disebabkan masalah gizi kronis, akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. Stunting pada umumnya terjadi kare¬na asupan makan yang tidak sesuai dengan apa yang dibu¬tuhkan oleh badan.Kondisinya adalah seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya. Diharapkan persoalan ini tidak terjadi di Kabupaten Agam.
“Untuk itu, para kader Posyandu memiliki tugas untuk peningkatan kesehatan anak, khususnya bayi atau balita. Karena itulah dana desa tak hanya diperuntukan untuk pembangunan fisik, tapi juga diarahkan untuk peningkatan kualitas hidup, pemberdayaan serta pengembangan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Ia menyebutkan, pada tahun 2019 dana desa meningkat Rp 70 triliun dibandingkan tahun 2018. Anggaran Rp 187 triliun ini telah disalurkan untuk perbaikan infrastruktur dan pe¬ngembangan ekonomi masyara¬kat yang ada di desa atau nagari.
“Dana desa adalah program besar dan tentunya untuk menghasilkan orang besar. Dengan pengembangan ekonomi ma-syarakat, perhatian terhadap posyandu dan polindes dapat diperhatikan, maka akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya lagi.
Dalam kesempatan itu, Febby Dt Bangso juga mengapresiasi adanya Forum Kader Posyandu (Forkapos) Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Tentunya Forkados ini dapat menjadi Posyandu model atau percontohan nasional.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumbar Syafrizal mengungkapkan program yang dibawa H.Febby Dt.Bangso untuk sejumlah daerah di Sumbar, sangat luar biasa. Khusus Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam selangkah lebih maju dari kecamatan-kecamatan lain.Forum Kader Posyandu adalah forum untuk silaturrahmi dan bertukar informasi. Sasarannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kader Posyandu berhak mendapat bantuan dana desa. Dana desa bisa digunakan untuk kegiatan Posyandu.Kader Posyandu juga butuh timbangan. Kami berharap Febby Dt. Bangso, membawa program sebanyak-banyaknya ke Sumbar khususnya Kabupaten Agam. Nagari lain juga bisa belajar ke Agam,” ujarnya.
Ia mengharapkan para kader Posyandu bisa membuat inovasi baru. Apa yang telah dilaksanakan Forkapos Ampek Angkek bisa ditularkan ke kecamatan lain khususnya Kabupaten Agam. Walinagari diminta tidak hanya fokus pada kegiatan pembangunan fisik saja,tapi juga pemberdayaan. Bagaimana dana desa yang ada bisa diarahkan untuk kegiatan penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan salah satunya bantuan para kader Posyandu.
Kepala Puskesmas Biaro dr. Annisa Sofyana mengatakan Puskesmas memfasilitasi kegiatan Forkapos Ampek Angkek yang sangat aktif dan bersemangat. Banyak program yang telah dilakukan dengan bekerjasama pengelola wilayah dari Puskesmas.
“Kami melihat Forkapos Ampek Angkek betul-betul berbasis masyarakat. Program dan kegiatan dimulai dari kader sendiri. Bagaimana kegiatan penimbangan bayi secara rutin dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap Forkapos ini juga ada di tingkat kabupaten Agam,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tari Pasambahan,lagu Indonesia Raya dan sebagainya semuanya dibawakan oleh kader Posyandu Kecamatan Ampek Angkek yang tergabung di Forkapos.Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas PMN Agam Teddy Martha dan para walinagari se-Kecamatan Ampek Angkek.
Kadis PMN Agam Teddy Martha berharap Forkapos Ampek Angkek bisa menjadi percontohan di tingkat Na-sional.Forkapos bisa dipro¬mosikan ke tingkat Nasional. Sebab kader Posyandu Ampek Angkek juga selangkah lebih maju dari kader posyandu kecamatan lain. (*)