PADANG, METRO – Pelabuhan dermaga Muara Padang terjadi pendangkalan akibat sudah dua minggu terjadinya pasang surut. Kapal penumpang mapun kapal barang kargo banyak yang kandas terjebak di Muaro.
Kapal kapal ini tidak bisa jalan, kalau dipaksakan akan terjadi kerusakan pada bodi kapal dan baling – baling kapal. Salah satu pekerja buruh angkat mengatakan akibat pedangkal ini kami tidak bisa melakukan aktifitas karena barang diangkat tidak bisa dibawa dan berlayar ke Mentawai.
Kapal – kapal yang akan berlayar tersebut banyak membawa material proyek seperti semen, pasir,batu , batu bata dan lainnya. Kondisi ini berpengaruh terhadap pengerjaan proyek, bisa – bisa proyek tersebut tidak akan berjalan semestinya.
“Perkerja buruh berjumlah 12 regu tidak bisa melakukan aktifitas karena kapal tidak bisa jalan maka ekonomi juga ikut terganggu. Apa yang kami kerjakan lagi?” ungkap buruh tersebut.
Direktur MV Mentawai Fast, Felix Iskandar mengatakan, dengan terjadinya pendangkalan akibat pasang surut di Dermaga Muara Padang bagi Mentawai Fast terjadi kendala keberangakatan.
“Dari jadwal yang ditentukan terpaksa kami menunggu pasang naik, baru bisa jalan kapal. Kapal juga susah untuk bersandar,” jelasnya.
Katanya, pasang surut terjadi paling lama terjadi sampai tiga – empat jam dan pasang kering sampai 10 cm sehingga sudah kelihatan lumpur.
Kapal tidak bisa jalan karena baling – baling sudah ketemu dengan lumpur. Kalau dipaksakan baling – baling kapal akan rusak. Kondisi ini tidak hanya merugikan pengusaha akan tetapi juga merugikan penumpang.
“Apalagi hari Senin banyak pegawai yang bekerja di Mentawai dengan jadwal berangkat pagi dari Padang.
Kita harapkan kepada Pemerintah di Pelabuhan Dermaga Muara supaya bisa memberikan solusi dengan pengerukan secepatnya. Apalagi dermaga Muara Padang akan di jadika objek wisata Marina,” pungkasnya. (pl2)





