SUDIRMAN, METRO – Selepas 12.30 WIB, Minggu (13/1), beberapa wilayah di Kota Padang diselimuti awan hitam yang cukup tebal. Pemunculan awan ini berhubungan dengan prakiraan hujan. Kemunculan awan ini juga mengakibatkan suhu udara relatif lebih dingin.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau, Sumbar khusuSnya di Kota Padang diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Suhu udara yang menyelimuti Kota Padang diperkirakan berada pada kisaran 19-30 derajat celcius.
Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha mengungkapkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada sore dan malam hari di beberapa daerah. Perkiraan BMKG yakni, di Kepulauan Mentawai, dan Pasaman Barat.
Kemudian, Kabupaten Pasaman, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukittinggi, Agam, Tanah Datar, Sijunjung dan Dharmasraya. Selanjutnya, Agam, Padang Pariaman dan Pesisir Selatan.
Lebih lanjut, Yudha mengungkapkan, daerah lainnya juga berpotensi terjadi hujan, namun dengan intensitas ringan hingga sedang. Menurut Yudha, ini dapat terjadi satu hingga dua hari ke depan, mengingat potensi hujan lebat masyarakat diminta waspada apabila terjadi hujan dalam durasi yang lama dengan intensitas tinggi.
”Kepada masyarakat supaya waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat,” imbau Yudha.
Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur mengimbau, masyarakat untuk mewaspadai intensitas hujan yang mulai tinggi beberapa hari terakhir. Hujan yang cukup deras itu berpotensi mengakibatkan banjir dan tanah longsor.
”Warga yang tinggal di daerah perbukitan dan daerah aliran sungai harus waspada jika terjadi curah hujan yang tinggi dengan waktu yang cukup lama,” kata Rumainur.
Menurut Rumainur, hujan bisa mempengaruhi pergerakan tanah yang memicu terjadinya longsor. Karena itu warga yang berada di daerah perbukitan harus mewaspadai curah hujan. Sedangkan, warga yang berada di daerah aliran sungai harus mewaspadai kemungkinan datangnya air bah dan banjir.
”Kita tentu tidak menginginkan bencana terjadi, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga,” pungkasnya. (mil)





