PDG. PARIAMAN, METRO–Seorang guru Sekolah Dasar (SD) menjadi korban begal di jalan menanjak di Nagari Batang Gasan Kaciak, IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padangpariaman, Minggu (5/2). Parahnya, aksi pembegalan itu terjadi di siang bolong dan baru pertama kali terjadi di daerah tersebut.
Akibat dibegal, korban yang sehari-harinya mengajar di SDN 10 Durian Jantuang ini mengalami luka-luka usai dipukul menggunakan kayu dan terjatuh dari sepeda motornya. Selain itu, sepeda motor milik korban juga raib dibawa kabur pelaku begal yang bejumlah dua orang.
Mendapat kabar adanya aksi pembegalan, warga setempat langsung beramai-ramai datang ke lokasi. Selain itu, tim dari Polsek IV Koto Aua Malintang juga datang untuk melakukan olah TKP. Sedangkan korban dibawa ke Puskesmas untuk mengobati luka yang dideritanya.
Warga setempat Asril (41) mengatakan, berdasarkan pengakuan korban, kejadian itu berawal ketika korban mengendarai sepeda motor dan sesampai di pendakian tersebut tiba-tiba ia dipukul menggunakan kayu sehingga jatuh dari motor.
“Dipukul oleh dua orang pelaku dengan mengendarai satu sepeda motor atau berboncengan. Setelah dipukul, korban langsung terjatuh dari sepeda mootornya dan pelaku kemudian mengambil sepeda motor korban lalu dibawa lari ke arah Lubuk Basung,” ungkap Asril.
Menurut Asril, sepeda motor korban yang diambil adalah merk honda BA 6645 WT. Sedangkan korban ditinggal begitu saja oleh pelaku di lokasi dalam kondisi luka-luka.
“Beruntung ada warga yang kebetulan melintas di lokasi melihat korban yang sudah terluka akibat dibegal, sehingga korban pun dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan,” katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek IV Koto Aua Malintang, IPDA Hendra membenarkan kejadian itu namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, lantaran kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
“Nanti kami informasi lagi. Sekarang sedang melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut. Kasus seperti ini merupakan kasus pertama kalinya terkait pembegalan di kawasan tersebut selama satu dekade belakangan,” tutupnya. (ozi)












