POLITIKA

Cegah Masyarakat Jadi Korban Hoaks, Ketua MPR Ajak Politisi Perkuat Literasi Politik

0
×

Cegah Masyarakat Jadi Korban Hoaks, Ketua MPR Ajak Politisi Perkuat Literasi Politik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak politisi dan Komisi Pemilihan Umum untuk bersama-sama memperkuat literasi politik masyarakat. Tujuannya agar masyarakat ti­dak menjadi korban politik karena hoaks dan disinformasi menjelang Pemilihan Umum 2024. Literasi politik menjadikan masyarakat kritis dalam memandang politik serta kekuasaan.

Bambang Soesatyo da­lam keterangannya, Jumat (3/2) mengatakan, literasi politik masyarakat penting untuk diperkuat terutama men­jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ia menilai, penguatan literasi politik sangat krusial mengingat banyaknya hoaks dan disinformasi saat Pemilu 2019.

Berkaca pada pengalaman pesta demokrasi sebelumnya, Bambang memprediksi sebaran kabar bohong dan disinformasi semakin meningkat pada Pe­milu 2024. Ia pun mengajak Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pe­nye­lenggara pemilu dan po­litisi sebagai peserta pemilu untuk bekerja sama meningkatkan literasi politik tersebut.

Baca Juga  Tak Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Nasdem Sebut Bukan Berarti Oposisi 

“Caranya bisa melalui digital di media massa ataupun media sosial atau melalui pendidikan politik kepada masyarakat. Semuanya dilakukan agar masyarakat mampu menciptakan kehidupan de­mokrasi yang sehat dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan dewasa dalam berpolitik,” ujar Bambang.

Sebelumnya, Ma­sya­rakat Antifitnah Indonesia mencatat, sebanyak 441 hoaks politik muncul sejak Januari-Oktober 2022. Kon­ten hoaks tidak jauh berbeda dengan pemilu sebelumnya, yaitu lebih banyak menyerang figur potensial bakal calon presiden pada Pemilu 2024 dan penyelenggara pemilu.

Adapun KPU menyiapkan upaya preventif dan kuratif untuk mengantisipasi dampak dari hoaks tersebut. Salah satu upaya tersebut ialah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Siber untuk memetakan hoaks apa saja yang berpotensi dilancarkan kepada KPU.

Baca Juga  Klaim Menang Pileg 2024, PKS Bukittinggi Siap Majukan Kader jadi Cawako

Bambang menambahkan, KPU dan politisi juga dapat memfokuskan pendidikan politik bagi para pemilih pemula dan generasi muda. Itu bisa dilakukan dengan memasifkan sosialisasi pendidikan politik hingga melibatkan me­reka untuk berpartisipasi langsung dalam pemilu dan pemilihan.

Harapannya, lanjut Bam­bang, pendidikan politik mampu menciptakan pribadi yang melek politik, cerdas, kritis, dan sadar akan hak dan kewajiban. “Selain itu, mampu menciptakan pribadi yang konstruktif dalam memandang politik dan ke­kuasaan,”ujar politisi Partai Golkar tersebut. (*)