TARATAK PANEH, METRO–Budidaya maggot seyogyanya menjadi pilihan strategis para pengelola Bank Sampah (BS) dalam mengurai sampah organik yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka. Menurut Pembina Bank Sampah Pancadaya (BSPD) 11 RW 06 Taratak Paneh Eko Muhardi, Rabu (1/2), budidaya maggot juga amat potensial dalam menambah penghasilan para pengelolanya.
“Sungguh, banyak sekali keuntungan dari budidaya maggot ini selain dapat mengurai sampah, juga bisa dijual tuk pakan unggas seperti ayam, burung dan ikan,” ucap Eko yang turut didampingi pengurus BSPD 15 Mufridawati, Siti, serta pengelola Minagot Sumbar, Resti Rahayu.
Dijelaskan Eko, pengurus BSPD 11 berencana akan membuat Bank Sampah (BS) terintegrasi dengan budidaya maggot dan ikan, tanaman hidroponik dan daur ulang sampah. Karena itu, diharapkan warga mau melakukan budidaya maggot secara mandiri.
“Saya akan dukung warga yang mau melakukan budidaya maggot melalui program yang sedang disiapkan, satu rumah satu biopon,” ucap Eko yang juga Ketua RW 06 Taratak Paneh ini.
Untuk diketahui, maggot merupakan larva lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF). Ukurannya 0,3 cm sampai 1,5 cm. Kelebihannya, Hermetyia illucens ini tidak menjadi vektor penyakit ke manusia.
Meski terlihat “menjijikkan” bagi sebagian orang, maggot yang disebut juga belatung, makin populer saja. Banyak yang memanfaatkannya sebagai pengurai sampah, juga sebagai pakan ikan.
Larva BSF diketahui memiliki nafsu makan tinggi, bisa makan dua kali lebih banyak dari berat badannya per hari. Maggot mampu mengurai sampah organik dalam waktu dua minggu hingga 20 hari.
Sebuah penelitian menunjukkan, setiap 1 ton maggot membutuhkan 5 ton sampah organik sebagai makanan untuk dua minggu. Sementara hasil percobaan Institut Teknologi Georgia memperlihatkan, 10 ribu maggot bisa menghabiskan pizza berukuran 16 inchi [40,61 cm] hanya dalam waktu dua jam.
Pengolahan sampah organik melalui teknologi biokonversi maggot, diharapkan berperan mengurangi sampah organik dengan cepat dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Maggot merupakan metamorfosis fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa, yang kelak menjadi BSF dewasa. Maggot bisa dipanen dari usia 10 hingga 24 hari, yaitu saat telur BSF sudah menetas dan masuk fase larva hingga masuk fase pupa.
Maggot mengandung 41-42 persen protein kasar, 31-35 persen ekstrak eter, 14-15 persen abu, 4,18-5,1 persen kalsium, dan 0,60-0,63 persen fosfor dalam bentuk kering. (ped)






