METRO PADANG

Antisipasi Penculikan Anak, Sekolah di Kota Padang Wajib Memiliki Sekuriti

0
×

Antisipasi Penculikan Anak, Sekolah di Kota Padang Wajib Memiliki Sekuriti

Sebarkan artikel ini
Yopi Krislova Kepala Disdikbud Kota Padang,

ULAK KARANG, METRO–Kepala Dinas Pendidikan dan Kebu­da­yaan (Disdikbud) Kota Padang Yopi Kris­lova mengajak seluruh sekolah di daerahnya untuk menjaga siswa didik­nya dengan baik. Apalagi di tengah mun­culnya isu penculikan anak.

“Sekolah diharapkan untuk me­ningkatkan keamanan,” katanya saat jumpa pers dengan awak media di ruang kerjanya, Rabu (1/2).

Agar keamanan siswa terjamin, Yopi mewajibkan seluruh sekolah  untuk me­nye­diakan tenaga petugas sekuriti. Apabila di satu sekolah tidak memiliki pe­tugas sekuriti, pihak seko­lah wajib mengangkat tenaga sekuriti.

“Jadi nanti dengan ada­nya tenaga sekuriti, seko­lah akan aman, ketika orang tua menjemput anak ke seko­lah, sekuriti menge­ta­­hui­nya,” ujar Yopi Krislova.

Tidak itu, pihak sekolah dan orang tua juga di­ha­rap­kan untuk dapat lebih menjalin komunikasi yang sangat intens. Komunikasi yang intensif akan terjauh dari penculikan anak.

“Ketika orang tua tidak bisa menjemput anaknya ke sekolah, orang tua harus cepat memberitahu pihak sekolah atau guru,” kata Yopi.

Baca Juga  Andre Rosiade: Partai Baru Pendukung Prabowo Kuat di Jatim

Lebih jauh dikatakannya, komunikasi yang terjalin baik antara orang tua sis­wa dengan sekolah, akan dapat memantau siswa saat berada di sekolah. Termasuk ketika jam pulang sekolah. Saat siswa belum dijemput orang tua, guru dan petugas sekuriti sudah mengetahuinya.

Tak hanya itu, pihaknya akan menerjunkan tim untuk mencari tahu penye­bab dan data terkait kejadian yang membuat gaduh ter­sebut

“Kami akan turunkan tim assesmen dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Data Pokok Pendidikan untuk melihat kondisi anak tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lain, ketika disinggung apakah akan ada sanksi atau tindakan tegas, dirinya menyebut hanya akan melakukan pembinaan.  ”(Tindakan) pembinaan nanti bagi siswa,” ujarnya.

Sebelumnya, orang se-Kota Padang terkena prank oleh kasus penculikan yang terjadi di Kecamatan Lubuk Begalung. Aksi yang menghebohkan masyarakat pada Senin (30/1), ternyata hanya rekayasa. Dimana, siswi SD 14 Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang mengaku nyaris menjadi korban aksi penculikan saat hendak berangkat sekolah pada Senin itu.

Baca Juga  ”Yang Terlibat Dalam Proses Wakaf”

Setelah ditelusuri polisi, ternyata kejadian tersebut adalah bohong atau tidak benar. Anak yang berinisial Z (12), yang merupakan warga Ampalu tersebut merekayasa kejadian penculikan yang dialaminya.

Dia menceritakan bahwa, aksinya tersebut dilakukan lantaran takut masuk sekolah hari itu. Makanya, dia membuat cerita penculikan hingga membuat masyarakat buncah yang ternyata adalah prank.

Orang tua korban bernama Sabrina meminta maaf atas apa yang dilakukan anaknya dan membuat Kota Padang menjadi resah atas ulahnya tersebut.

Dia mengaku dapat informasi dari petugas polisi bahwa anaknya sekarang berada di Polsek Lubeg perihal rekayasa penculikan tersebut. “Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas apa yang dilakukan oleh anak saya. Apa yang dikatakannya tentang penculikan tersebut adalah bohong,” tutupnya. (hen)