METRO PADANG

Sukses “Prank” Masyarakat se-Kota Padang sebagai Korban Penculikan, Disdikbud Kota Padang Turunkan Tim dan Beri Pembinaan Bocil Pelajar SD

0
×

Sukses “Prank” Masyarakat se-Kota Padang sebagai Korban Penculikan, Disdikbud Kota Padang Turunkan Tim dan Beri Pembinaan Bocil Pelajar SD

Sebarkan artikel ini
Yopi Krislova Kepala Disdikbud Kota Padang,

ULAK KARANG, METRO–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang angkat bicara pasca pelajar Sekolah Dasar (SD) berbohong soal isu penculikan yang dialaminya pada Senin (30/1) lalu. Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova menyebut bahwa pihaknya akan menerjunkan tim untuk mencari tahu penyebab dan data terkait kejadian yang membuat gaduh tersebut.

“Kami akan turunkan tim assesmen dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Data Pokok Pendidikan untuk melihat kondisi anak tersebut,” kata Yopi, Selasa (31/1).

Ketika disinggung apa­kah akan ada sanksi atau tindakan tegas, dirinya menyebut hanya akan me­lakukan pembinaan. “(Tin­da­kan) pembinaan nanti ba­gi siswa bersangkutan,” ka­tanya.

Baca Juga  BKD Sumbar masih Klarifikasi Pengajuan CPNS, Usulkan 800 Formasi

Sebelumnya dibe­rita­kan, masyarakat  se-Kota Padang terkena “prank” oleh kasus penculikan yang terjadi di Kecamatan Lubuk Begalung. Aksi penculikan yang menghebohkan ma­sya­rakat pada Senin kema­rin, ternyata hanya rekayasa.

Diketahui, siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang mengaku nyaris menjadi korban aksi penculikan saat hendak berangkat sekolah pada Senin (30/1).

Setelah ditelusuri polisi, ternyata kejadian tersebut adalah bohong atau tidak benar. Anak yang berinisial Z (12), yang merupakan warga Ampalu ter­sebut merekayasa kejadian penculikan yang dialaminya.

Baca Juga  Kodim 0312 Terima Dana Hibah Pengamanan Pilkada Rp350 Juta dari Pemko

Dia menceritakan bahwa aksinya tersebut dilakukan lantaran takut masuk sekolah hari itu. Makanya, dia membuat cerita penculikan hingga membuat ma­sya­rakat buncah yang ternyata adalah prank.

Orang tua korban bernama Sabrina meminta maaf atas apa yang dilakukan anaknya dan membuat Kota Padang menjadi resah atas ulahnya tersebut. Dia mengaku dapat informasi dari petugas polisi bahwa anaknya sekarang berada di Polsek Lubeg perihal rekayasa penculikan tersebut.

“Saya minta maaf se­besar-besarnya kepada masyarakat atas apa yang dilakukan oleh anak saya. Apa yang dikatakannya tentang penculikan tersebut adalah bohong,” ujarnya. (rom)