METRO BISNIS

Demi Keutuhan NKRI, Ponpes At-Taqwa Canduang Siap Membentuk Generasi Beriman dan Berakhlak Karimah

0
×

Demi Keutuhan NKRI, Ponpes At-Taqwa Canduang Siap Membentuk Generasi Beriman dan Berakhlak Karimah

Sebarkan artikel ini
DEKLARASI— Santri Ponpes At-Taqwa Canduang mendeklarikan siap menjaga keutuhan NKRI.

AGAM, METRO–Walaupun dalam gerusan globalisasi, pondok pesantren tetap eksis dan konsisten menyuguhkan sistem pendidikan yang koprehensif antara kebutuhan mental spritual dan pemberntukan karaketer yang sesuai dengan nilai-nilai budya luhur bangsa.

Sehingga, output pesantren memiliki fungsi strategis sebagai garda terdepan dalam menghasilkan generasi-generasi yang cerdas pemikirannya, beriman, bertakwa dan berakhlak karimah demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sistem pendidikan itulah yang juga diterapkan oleh Pondok Pesantren  Tarbiyah Islamiyah (PPTI) At-Taqwa Canduang yang terletak di jorong III Kampuang, Nagari Canduang Koto Laweh, Kabupaten Agam.

“Pondok pesantren me­ru­pakan lembaga pendidikan yang khas dengan tri dharma pesantren yaitu,  keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, pe­ngem­bangan keilmuan yang bermanfaat serta pengabdian kepada ma­sya­rakat, agama, dan ne­gara,” ungkap Pimpinan PPTI At-Taqwa Canduang, Akhyar Fuadi, Kamis (26/1).

Dijelaskan Akhyar Fuadi, dalam tradisi pondok pesantren selain megaji dan mengkaji ilmu agama, para santri juga ditanamkan nilai-nilai ketakwaan, kejujuran, keteladanan, kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, solidaritas, semangat kerjasama, dan kesabaran.

Baca Juga  Biro Adpim Setdaprov Sumbar Raih Peringkat II OPD Berkinerja Terbaik

“Nilai-nilai tersebut dianggap penting untuk mem­­bentuk karakter anak se­bagai bekal untuk meng­ha­dapi permasalahan yang ada dimasyarakat dan menghadapi krisis mo­ral di era globalisasi saat ini,” jelas Akhyar Fuadi.

Untuk membangun ka­rak­ter di kalangan santri, Akhyar Fuadi menuturkan, pihaknya mengembangkan model-model pemberlajaran pembiasaan disiplin spiritual. Pendisiplinan di pesantren dilakukan dengan menaati semua peraturan yang berlaku dan semua jadwal kegiatan yang telah ditetapkan.

“Jika ada peraturan yang dilanggar maka para santri akan mendapatkan hukuman. Hal ini dilakukan untuk membentuk santri yang disiplin dan taat pada peraturan yang berlaku, yang nantinya dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Akhyar Fuadi menastikan, di pesantren ini, pihaknya  mengembangkan paham Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) yang me­nge­depankan prinsip-prinsip Islam moderat, tawassuth dan tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami memberikan se­jum­lah program kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme bagi para santri. Doktrinasi men­jaga persatuan dan terjauh dari paham intoleransi dan radika kita tanamkan kepada para santri melalui berbagai kegiatan,” ujar Akhyar Fuadi.

Baca Juga  Bantu Warga Terdampak Covid-19, Bank Nagari Lubuk Sikaping Serahkan Beras 1 Ton

Akhyar Fuadi menyampaikan, pesantren memiliki fungsi signifikan sebagai pengayom dan pemersatu umat. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren men­cerdaskan anak bangsa dan memiliki peran vital dan strategis dalam me­nye­sukseskan pembangunan nasional.

“Kami menyiapkan san­tri kuat iman dan akh­lak­nya, sehingga para santri kelak mempunyai peran dalam mencegah meluasnya konflik yang meningkat dewasa ini dengan bahasa lain NKRI harga mati” ujarnya.

Terlebih, dikatakan Akh­yar Fuadi, saat ini media sosial menjadi alat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa, banyak tulisan di media sosial yang di hembuskan dan tidak bisa di pertanggung jawabkan.

“Untuk menangkal ancaman itu, kami terus me­nge­mbangkan ilmu pengeta­huan dan wawasan kebangsaan sehingga mampu me­ngem­bangkan wawasan Islam yang moderat dan kebangsaan dalam rangka membangun NKRI yang lebih kokoh,” tutupnya. (rgr)