METRO PADANG

Andre Rosiade: Sumpah Pemuda, Momentum Bersatu Bangun Bangsa

0
×

Andre Rosiade: Sumpah Pemuda, Momentum Bersatu Bangun Bangsa

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade

PADANG, METRO–Anggota DPR RI asal Sum­bar Andre Rosiade me­nye­butkan, Hari Sumpah Pe­muda 28 Oktober 2022 yang merupakan peringatan ke-94 adalah momentum yang tepat untuk in­tros­k­peksi diri bagi semua pe­muda Indonesia. Apalagi, tema yang diangkatkan adalah “Bersatu Bangun Bang­sa” yang sa­ngat rele­van de­ngan kondisi saat ini.

“Kita tak akan pernah lupa ba­gaimana Pil­pres 2019 lalu sudah me­­mecah belah anak bangsa da­lam dua kubu. Bah­­kan tak jarang ter­jadi sengketa dan seng­karut an­tara dua pen­dukung. Tentunya, kita ti­dak ingin hal ini berlarut-larut dan membuat Indonesia jauh dari kemajuan. Apalagi hari ini, pandemi Covid-19 masih menyisa­kan bengkalai yang ba­nyak,” kata Ketua DPD Par­tai Gerindra Sumbar ini, Kamis (27/10).

Andre Rosiade menyebutkan, sebuah langkah heroik sebenarnya sudah ditunjukkan oleh bapak bangsa, Prabowo Subianto di 2019 yang sangat patut diapresiasi. Meski sudah bertarung di Pilpres, namun dia tetap mau membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amien. Demi menghindari perpecahan bangsa, Prabowo menerima amanah sebagai Menteri Pertahanan RI.

“Pak Prabowo yang te­tap menerima tawaran men­jadi Menteri Pertahanan adalah sebuah hal yang langka terjadi di perpolitikan manapun di dunia. Itu bukti bahwa Prabowo Subianto seorang patriot sejati atau pembela tanah air dan bangsa. Dia tak ingin Indonesia terpecah belah, dan siap mem­bantu membangun ne­gara bersama Presiden Jokowi,” kata Andre Rosiade yang juga anggota Dewan Pembina DPP Gerindra ini.

Jadi, kata Andre Rosiade, pemuda Indonesia hari ini harus mengedepankan persatuan untuk membangun bangsa. Jangan mu­dah dipecah-belah oleh apa-apa yang kebenarannya belum tentu terbukti. “Soal pilihan partai politik, organisasi dan lain-lain boleh berbeda-beda. Namun, kita harus memastikan itu untuk pembangu­nan Indonesia. Bukan ma­lah perbedaan yang membuat pertikaian,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Andre mengatakan, pe­muda Sumbar sejak abad ke-20 sudah berperan da­lam persatuan Indonesia. Dibuktikan dengan bermunculannya organisasi kepemudaan sebelum atau setelah berdirinya Boedi Oetomo 20 Mei 1908. Bahkan menjadi tuan rumah kongres Jong Su­ma­tranen Bond (JSB) 4-6 Juli 1919 di Padang. Organisasi yang berdiri untuk mempererat hubungan pemuda-pemuda yang berasal dari Sumatra.

“Kita tidak boleh pula larut dan terlena dengan sejarah saja. Pemuda Sumbar hari ini juga harus membuktikan bisa berkontribusi membangun Indonesia. Menjadi penjaga persatuan Indonesia dengan karya-karyanya. Tentunya, akan semakin menegaskan bahwa Sumbar adalah daerah yang punya peran besar membangun Indonesia sejak merdeka sampai saat ini,” kata mantan Presiden BEM Universitas Trisakti Jakarta ini.

Andre Rosiade mengatakan, pemuda Sumbar juga harus lebih banyak terlibat dalam pembangunan. Baik di tingkat daerah Kabupaten/Kota, Pro­vinsi dan nasional. “Pemuda baik sebagai perorangan, dalam organisasi atau jabatan manapun, jangan diam saja soal pembangunan. Harus terlibat aktif dalam membangun dan mengawal pembangunan. Karena pemuda punya ide-ide kekinian yang mungkin saja tak terpikirkan oleh pemangku kebijakan daerah atau pusat,” kata Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini. (*)