METRO PADANG

1.002 Anak Alami Stunting di Kota Padang, Ny. Geny: Turunkan Angka Stunting, Semua Pihak Diminta Serius

0
×

1.002 Anak Alami Stunting di Kota Padang, Ny. Geny: Turunkan Angka Stunting, Semua Pihak Diminta Serius

Sebarkan artikel ini

LUBEG, METRO–Stunting adalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

“Persoalan ini sangat serius, maka dari itu juga dimohonkan sinergi dari seluruh pihak menyikapinya bersama,” ujar ketua PKK Kota Padang, Ny. Genny Hendri Septa.

Istri Wali Kota Padang itu berharap  semua upaya pencegahan yang telah dilakukan saat ini dapat  menekan angka stunting hingga  terus menurun dan tidak ditemukan lagi. Seperti yang diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan kota Padang, Sri Kurnia Yati menyebutkan telah menyebutkan, sebanyak 1.002 anak di Kota Padang mengalami stunting.

Baca Juga  “Kota Padang Milik Bersama, Mari Sama-sama Menjaganya”

Menurut  Ny. Genny  pen­cegahan  stunting adalah satu fokus pemerintah saat ini. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkem­bang secara optimal dan maksimal. Begitu pula disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih,” pungkas Ny. Genny.

Baca Juga  Baru 21 Usaha Kuliner Bersertifikat Halal

Ia juga mengajak kader PKK di Kota Padang untuk ikut membantu memberikan pemahaman dan edukasi kepada masya­rakat terkait apa itu stunting, termasuk bagaimana cara pencegahannya.

“Sunting terjadi mulai dari bayi masih dalam kan­dungan sampai berusia 2 tahun. Tentunya bagi para ibu hamil harus mulai memeriksakan kesehatan ja­nin­nya secara rutin. Kemudian setelah melahirkan, juga harus rutin me­lakukan pemeriksaan kesehatan balita,” tukasnya. (tin)