METRO PADANG

Transformasi Berbasis Lingkungan, PT Semen Padang Gencar Sosialisasikan Nabuang Sarok dan Kaliandra

1
×

Transformasi Berbasis Lingkungan, PT Semen Padang Gencar Sosialisasikan Nabuang Sarok dan Kaliandra

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI KALIANDRA— Jajaran Direksi PT Semen Padang bersama Kajati Sumbar, Yusron sedang memantau bibit kaliandra, beberapa waktu lalu.

INDARUNG, METRO–PT Semen Padang terus melakukan berbagai trans­for­masi dalam mendukung operasional perusahaan yang ramah lingkungan. Hal itu dilakukan dengan menjadi pionir pengem­bangan tanaman kaliandra sebagai salah satu bahan bakar alternatif terba­ru­kan, dan penggunaan apli­kasi Nabuang Sarok, se­bagai solusi mengatasi ma­salah sampah dan  al­ter­natif pengurangan ba­han bakar fosil.

“Penanaman pohon Ka­liandra dan implementasi aplikasi Nabuang Sarok merupakan dua transformasi berbasis lingkungan yang dilakukan perusahaan di tahun 2022 ini. Program ini selain ramah ling­kungan, juga dapat membantu pemerintah dan me­ningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati, Selasa (18/10).

Anita menjelaskan,  aplikasi Nabuang Sarok merupakan aplikasi  berbasis web milik Semen Padang yang diluncurkan pada puncak HUT ke-64 Pengambilalihan Semen Padang dari tangan Belanda, 5 Juli 2022. Aplikasi ini sengaja diluncurkan dalam membantu pemerintah dalam mengurangi sampah.

Sejak diluncurkan hingga sekarang, PT Semen Padang terus gencar mensosialisasikan aplikasi Na­buang Sarok kepada ma­syarakat melalui berbagai instansi, seperti pemerintah daerah dan se­kolah-sekolah dengan harapan agar ma­sya­rakat memilah sampahnya sebelum di­buang, sehingga jumlah timbunan sam­pah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dapat ber­kurang.

“Sampah itu perma­salahan utama pemerintah. Tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga pemerintah pusat. Melalui aplikasi Nabuang Sarok ini, kami mengajak ma­sya­rakat untuk memilah sampah sebelum dibuang. Kemudian sampah yang telah dipilah diharapkan dapat disetor ke aplikasi Nabuang Sarok. Sampah disetor itu nantinya akan digunakan PT Semen Padang sebagai alternatif bahan bakar,” kata Anita.

Baca Juga  Gubernur Berharap Bagindo Dahlan Abdoellah Ditetapkan jadi Pahlawan Nasional

Menurut Anita, dengan dijadikannya sampah yang telah dipilah sebagai alternatif pengurangan bahan bakar fosil, maka PT Semen Padang tidak hanya ber­kon­tribusi dalam mengu­rangi jumlah timbunan sam­pah di TPA, tapi juga ber­kontrubusi dalam pe­ngu­rangan bahan bakar fo­sil. Namun begitu, tidak semua sampah yang dipilah bisa dimanfaatkan PT Semen Padang sebagai bahan bakar pengganti fosil.

Sampah yang diman­faat­kan adalah kertas, daun, ranting, tekstil, plastik dan minyak jelantah. Masing-masing sampah yang disetor ke Nabuang Sarok akan dikonversi men­jadi poin. Untuk sampah kertas, daun, dan ranting, masing-masing diberikan 3 poin/kg, sampah tekstil 4 poin/kg, plastik 5 poin/kg, dan minyak jelantah 6 poin/liter.

“Poin yang didapat bisa ditukar dengan item reward yang tersedia di aplikasi Nabuang Sarok,” ujarnya.

Sementara itu, terkait  penanaman pohon kaliandra, kata Anita,  telah dilakukan PT Semen Padang bekerja sama pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara PT Semen Padang dengan Pemprov Sumbar, serta sejumlah kepala daerah (bupati) di Sumbar tentang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

“Kenapa pohon kaliandra yang kami rekomendasikan untuk ditanam? karena ada tiga alasannya. Pertama, soal isu lingkungan. Sebab, kaliandra dapat dijadikan wood pellet dan tentunya bisa menjadi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, dimana pohon kaliandra dapat men­subsitusi penggunaan bahan bakar batubara,” terang Anita.

Alasan kedua, soal isu cadangan karbon dunia untuk menyeimbangkan emisi. Dan, ketiga adalah pemberdayaan masyarakat. Kata Anita, PT Semen Padang memberdayakan masyarakat untuk melakukan penanaman pohon kaliandra, karena banyak manfaatnya. Selain bisa digunakan sebagai wood pellet, daun kaliandra juga bisa dijadikan sebagai pakan ternak dan bunganya untuk konsumsi madu.

Baca Juga  Usai Sidang MPR/DPR, Andre Rosiade Bincang Akrab dengan Presiden Jokowi

“Makanya kami mendorong masyarakat untuk menanam kaliandra. Kalau sudah bisa dipanen, PT Semen Padang siap menjadi off taker. Tentunya, ini dapat meningkatkan eko­no­mi masyarakat. Kemudian bagi PT Semen Padang juga akan ada profit yang didapat, karena dengan mel­a­kukan off taker kaliandra, akan dapat mengurangi biaya bahan bakar batubara. Apalagi, harga batubara lebih mahal dibandingkan kaliandra,” jelas Anita.

Secara terpisah, Kepala Unit CSR PT Semen Pa­dang, Rinold Thamrin menambahkan, PT Semen Padang hingga kini masih terus mensosialisasikan kaliandra ke pelbagai kabupaten dan kota di Sumbar, termasuk membagikan bibit kaliandra secara gratis kepada masyarakat. Dari sosialisasi yang dilakukan, ada sekitar 7000 Ha lahan yang siap untuk ditanami kaliandra. Bahkan, ada juga beberapa daerah telah menanam kaliandra.

“Di Pessel, yaitu di kawasan Sungai Pinang, itu sudah ditanam kaliandra, termasuk di Kabupaten Sijunjung. Kemudian, kami juga telah mengirim bibit kaliandra ke Tanah Datar, Agam, Dharmasraya, dan Sawahlunto. Jumlah bibit yang dikirim ke masing-masing daerah 1500-2000 batang. Kaliandra ini bisa tumbuh dimana pun, termasuk di lahan reklamasi tambang batu kapur PT Semen Padang. Di sana, juga sudah ditanam kaliandra “ katanya. (*)