METRO SUMBAR

Kemenko Perekonomian dan Kedubes Selandia Baru, Upayakan Padang Panjang jadi Pusat Penghasil Susu Terbaik

0
×

Kemenko Perekonomian dan Kedubes Selandia Baru, Upayakan Padang Panjang jadi Pusat Penghasil Susu Terbaik

Sebarkan artikel ini
Kemenko Perekonomian dan Kedubes Selandia Baru
DISKUSI—Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano saat diskuisi dengan tamunya.

PDG.PANJANG, METRO–Guna mewujudkan Pa­dang Panjang as Center of Dairy Excellence of West Sumatera Dairy Industry (pusat penghasil susu terbaik di Sumbar-red), Kementerian Koordinator Bi­dang Perekonomian RI dan Kedutaan Besar Selandia Baru gelar Diskusi Inisiasi Dairy Academy bersama Pemerintah Kota Padang Panjang. Untuk potensi persusuan di Kota Padang Panjang sudah ada sejak 1980 dengan membudida­yakan sapi perah yang telah dikembangkan. Dan, ditetapkannya Padang Pan­jang sebagai pusat pembibitan sapi perah di luar Pulau Jawa, serta sebagai kawasan sapi perah oleh Pemerintah Provinsi Su­matera Barat.

Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik Kemenko Pe­rekonomian RI, Irwan Sinaga, P.hD menyampaikan, Padang Panjang sudah melakukan kerja sama Te­chnical Expertise dengan Fonterra. Di mana sudah mendapatkan perhatian dengan tidak hanya me­ningkatkan kapasitas, namun juga dapat membantu menghempaskan kemiskinan. “Kita berharap dapat masuk ke tahap be­rikutnya. Bagaimana kita dapat meng-establish (men­dirikan-red) adanya Dairy Academy di Padang Panjang. Sekiranya berjalan dengan baik, maka di luar Pulau Jawa, yang terbesar ada di Padang Panjang. Inilah Dairy Academy pertama yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berharap saat situasinya sudah memungkinkan dan semuanya sudah siap ini dapat diwujudkan, dan dilihat di Pulau Jawa pusat-pusat sentra susu sudah banyak dengan teknologi yang lumayan. Namun satu hal yang istimewa adalah untuk pusat sentra persusuan seperti ini di luar Pulau Jawa baru Kota Padang Panjang yang memenuhi standar global.

Baca Juga  FGD Bahas Penyusunan Publikasi Padang Pariaman

Atase Pertanian Ke­dutaan Besar Selandia Ba­ru, Chris Wilson melalui translatornya mengucapkan terima kasih dan sa­ngat menghargai atas kola­borasi antara Pemerintah bersama Fonterra yang sudah menginisiasi kegiatan Dairy Academy di Kota Padang Panjang.

“Selandia Baru sangat unik dengan penduduk 5 juta bisa menyuplai untuk 40 juta susu. Ini bisa terjadi karena peternak di sana mengerti apa yang dilakukan dengan bantuan dari pemerintah untuk menempatkan sarana yang tepat. Mereka memanfaatkan itu mengoptimasi sehingga bisa menghasilkan produk yang baik,” tuturnya.

Rumusnya, bagaimana Selandia Baru bisa seperti itu, sebut Chris, pertama bagaimana bisa membuat sapi ini senang, bahagia, terpenuhi lahir dan bathinnya yang bisa menghasilkan produksi susu yang baik. Serta pondasi pertama yang dibangun adalah pondasi pendidikan Ba­gaimana pondasi ini dikem­bangkan menjadi pondasi yang penting untuk pertumbuhan persu­suan di Selandia Baru.

Wali Kota, H. Fadly Am­ran, BBA Datuak Paduko Malano yang juga me­nyem­patkan diri hadir di sela-sela diskusi, juga me­ngatakan sebagaimana yang disampaikan Fonterra, kualitas susu di Padang Panjang bisa diikuti oleh para peternak dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Untuk kualitas hanya berbeda sedikit dengan apa yang ada di Selandia Baru.

Baca Juga  Wagub Sumbar Terima Kunjungan Avventure Nel Mondo, Buka Potensi Kunjungan Wisatawan Italia

“Ayo kita dudukan bersama terkait peternakan sapi perah ini Perhatiannya tidak hanya nasional saja, namun sudah internasio­nal. Kita cek berapa petani yang siap untuk ini,” ung­kapnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota, Drs. Asrul dalam sambutannya menyampaikan harapannya, ke depan Padang Panjang bisa meningkatkan upaya pengembangan sapi perah. Peternak sapi perah dapat berbagi keahlian dan pe­ngetahuan yang telah di­peroleh melalui cluster kemitraan persusuan Fonterra.

“Peternak potensial da­ri berbagai daerah di Sumbar berkunjung ke Padang Panjang untuk memperoleh berbagai keahlian seperti pengadaan bibit yang tepat, persiapan pakan hijau yang konsentrat. Kita berharap program Dairy Academy ini dapat meningkatkan produksi maupun kualitas susu di sentra-sentra sapi perah serta berkontribusi lebih besar terhadap penyediaan susu segar dalam ne­geri,” ujarnya.

Usai melakukan diskusi inisiasi di Pendopo Rumah Dinas, rombongan melakukan peninjauan la­pangan yang didampingi Sekretaris Daerah Kota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si ke Serambi Milk. Melihat bagaimana kandang sapi perah, pabrik pengolahan susu sampai dengan mencoba hasil susu yang diproduksinya. Lalu ke Rumah Susu “You Susu” di Kelurahan Bukit Surungan, dan ke Pusat Kesehatan Hewan di Kelurahan Silaing Bawah.  Rombongan sangat menikmati produk hasil susu perah yang sudah diproduksi oleh para pebisnis susu di Kota Padang Panjang.(rmd)